Pemerintah Tempatkan Dana Rp 30 Triliun di Bank Himbara
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Pemerintah Tempatkan Dana Rp 30 Triliun di Bank Himbara

Rabu, 24 Juni 2020 | 16:26 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mendorong perekonomian dan sektor rill agar kembali pulih setelah dihantam pandemi Covid-19, pemerintah segera menempatkan uang negara di bank umum milik pemerintah atau Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dengan total Rp 30 triliun. Bank umum milik pemerintah yang dimaksud adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

“Menteri Keuangan akan menempatkan uang negara pada bank umum, dan untuk tahap ini adalah bank milik pemerintah di dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu, Menteri Keuangan telah bersurat kepada Gubernur Bank Indonesia untuk menggunakan dana pemerintah yang ada di BI untuk kita pindahkan kepada bank umum nasional. Tujuan khususnya untuk mendorong ekonomi dan sektor riil agar kembali pulih. Ini agar bank segera dan terus mengakselesarasi pemberian kredit dan berbagai upaya untuk pemulihan sektor riil,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa penempatan dana pemerintah di bank umum ini tidak boleh digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) atau untuk transaksi valuta asing, melainkan khusus untuk mendorong ekonomi sektor riil.

“Dalam konteks ini, kami akan melakukan perjanjian kerja sama dengan para CEO bank Himbara. Untuk Menteri Keuangan diwakili oleh Dirjen Perbendaharaan. Presiden juga meminta kepada Menteri BUMN untuk ikut memonitor penggunaan dana ini di dalam rangka untuk mendorong sektor riil. Bapak Presiden meminta kami berdua dan nanti didukung oleh BPKP untuk melihat penggunaan dana itu dalam mendorong sektor riil per tiga bulan,” terang sri Mulyani.

Ditambahkan Menkeu, penempatan dana di bank umum ini menggunakan mekanisme penempatan dana di deposito dengan suku bunga sama dengan seperti yang diperoleh pemerintah saat ditempatkan di BI, yaitu 80% dari 7-Day Repo Rate Bank Indonesia.

“Suku bunga yang rendah ini diharapakan akan mampu mendorong bank Himbara melakukan langkah-langkah untuk mendorong sektor riil melalui kredit yang diberikan kepada para pengusaha, dan dengan tingkat suku bunga yang juga lebih rendah,” jelasnya.

Sri Mulyani menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah ini. Apabila nantinya langkah ini betul-betul bisa mendorong sektor riil, dana yang ditempatkan di bank umum juga bisa ditingkatkan.

“Untuk dana pertama ini kita tetapkan Rp 30 triliun yang ditetapkan untuk ditempatkan di bank Himbara,” tambah Sri Mulyani.

Ditambahkan Menteri BUMN Erick Thohir, penempatan dana pemerintah di bank Himbara ini merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan kepada BUMN sebagai penggerak sepertiga perekonomian nasional.

"Tentunya kami tidak berfikir untuk diri sendiri. Bahwa dipastikan apa yang sudah kita lakukan selama ini selalu memastikan UMKM yang ada di pedesaan dan perkotaan menjadi hal yang harus dipastikan agar bergulir kembali atau direlaksasi. Dan khususnya untuk korporasi juga pasti itu menjadi bagian penting, asalkan mempunyai track record yang baik di perbankan dan merupakan industri padat karya. Insya Allah Kementerian BUMN bersama Himbara ingin memastikan pemulihan ekonomi berjalan dengan baik,” kata Erick Thohir.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BRI Ventures Pelopori Dana Ventura UMKM Rintisan Digital

BRI Ventures menargetkan pengumpulan dana investasi senilai Rp 300 miliar.

EKONOMI | 24 Juni 2020

7 Maskapai Terbukti Bersalah, Kemhub Hormati Putusan KPPU

Kemhu menghormati putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

EKONOMI | 24 Juni 2020

Kepala BKPM: Investor Besar Wajib Gandeng UMKM

BKPM secara konsisten mewajibkan investasi besar untuk menggandeng kalangan pelaku UMKM.

EKONOMI | 24 Juni 2020

IHSG Naik 1,75% ke Level 4.964,73

Kenaikan dan yang terbesar adalah di sektor keuangan dengan 3,26%

EKONOMI | 24 Juni 2020

Indopoly Bidik Penjualan 2020 US$ 203 Juta

Indopoly Swakarsa Industry menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 2,6 juta.

EKONOMI | 24 Juni 2020

Kemkop dan UKM Lakukan Bimbingan Online untuk Pelaku UMKM

Kemkop dan UKM lakukan pemberdayaan koperasi secara wibinar.

EKONOMI | 24 Juni 2020

Siang Ini, Kurs Rupiah Menguat Tipis ke Rp 14.142

Kurs rupiah berada di level Rp 14.142,5 per dolar AS atau terapresiasi 19 poin (0,13 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.161,5.

EKONOMI | 24 Juni 2020

Sesi I, IHSG Menguat 1,8% ke 4.967

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,81 persen ke kisaran 4.967,38 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2020).

EKONOMI | 24 Juni 2020

Menaker Diminta Hindari KKN dalam Menentukan Direktur Polteknaker

Rekrut Direktur Polteknaker harus terbuka.

EKONOMI | 24 Juni 2020

OJK Siapkan Data Penerima Program Subsidi Bunga

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan implementasi program Pemerintah mengenai subsidi bunga dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

EKONOMI | 24 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS