BRIsyariah Permudah Akses Pembiayaan

BRIsyariah  Permudah Akses Pembiayaan
Peluncuran iKurma milik BRIsyariah (Foto: istimewa)
Novy Lumanauw / EHD Rabu, 24 Juni 2020 | 16:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank BRIsyariah mempermudah akses pembiayaan bagi wirausahawan penyandang disabilitas dalam rangka meningkatkan pemberdayaan, penguatan usaha, keterampilan, dan pemasaran.

Hal itu diungkapkan Direktur Bisnis Ritel PT Bank BRIsyariah Tbk Fidri Arnaldy saat menjadi pembicara pada ‘Forum #Lebihinklusif: Jaminan Akses Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas’ di Jakarta.

“Untuk membantu wirausahawan penyandang disabilitas BRIsyariah bekerja sama dengan komunitas penyandang disabilitas. Kami juga meningkatkan kemudahan transaksi keuangan dengan digitalisasi layanan perbankan,” kata Fidri melalui keterangan tertulis yang diterima Rabu (24/6/2020).

Ia mengatakan, pada tahun 2020 outstanding pembiayaan untuk wirausahawan penyandang disabilitas BRIsyariah nilainya mencapai Rp 335 juta.

“Artinya produk dan layanan BRIsyariah sudah bisa dimanfaatkan penyandang disabilitas. Kami yakin akan meningkat seiring penerapan digitalisasi di BRIsyariah sehingga layanan keuangan syariah makin mudah diakses,” jelas Fidri.

Disebutkan, kemudahan akses pembiayaan untuk kaum disabilitas sebagai bentuk komitmen BRIsyariah memenuhi kebutuhan seluruh nasabah dari berbagai kalangan dan mendukung penuh perkembangan tumbuhnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, BRIsyariah juga menyediakan pembiayaan mikro yang dikhususkan bagi penggiat UMKM dan juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dikatakan, UMKM sebagai komponen penggerak ekonomi kerakyatan yang telah menyerap lapangan pekerjaan paling besar di semua kluster usaha di Indonesia, mendorong BRIsyariah menaruh perhatian penuh

pada semua segmen UMKM, terutama usaha mikro. “Wirausaha adalah satu opsi terbaik bagi mayoritas penyandang disabilitas untuk meningkatkan taraf hidup, terlebih jumlah penyandang yang mengenyam pendidikan sarjana hanya sekitar 115 ribu orang,” katanya.

Saat ini mayoritas penyandang disabilitas bekerja di sektor informal, bahkan jumlahnya melebihi jumlah pekerja tanpa disabilitas.

Untuk mendukung program pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi, percepatan penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan antar individu dan antar daerah BRIsyariah sudah menyiapkan penyederhanaan persyaratan pinjaman di perbankan.

“Kami sedang mengembangkan sistem bagi calon nasabah untk mengisi aplikasi pengajuan pembiayaan pada smartphone. Selanjutnya aplikasi pengajuan akan diproses di i-Kurma. I-Kurma, aplikasi pemroses pembiayaan yang kami luncurkan pada tahun 2019 ini sudah terhubung dengan Dukcapil dan OJK sehingga proses pengajuan pembiayaan bisa jadi lebih cepat.”

“Kami paham kesulitan saudara-saudara penyandang disabilitas untuk mengakses modal usaha. Oleh karenanya, melalui komunitas-komunitas, kami mempermudah akses terhadap pembiayaan.”

Hingga tahun 2020 BRIsyariah telah membantu pelaku UMKM yang tergabung dalam komunitas seperti Bekraf, MUI, YBM BRI, pondok pesantren dan komunitas lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com