Dampak Putusan KPPU

Kemhub Akan Evaluasi Kebijakan Tiket Pesawat

Kemhub Akan Evaluasi Kebijakan Tiket Pesawat
Ilustrasi penumpang pesawat saat pandemi Covid-19. (Foto: Antara)
Thresa Sandra Desfika / FER Rabu, 24 Juni 2020 | 18:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan mengevaluasi kebijakan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) penumpang pesawat ekonomi niaga berjadwal. Hal itu menyusul putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 5 dan Pasal 11 UU Nomor 5 Tahun 1999 terkait Jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Penumpang Kelas Ekonomi Dalam Negeri yang melibatkan tujuh maskapai nasional.

Baca Juga: 7 Maskapai Terbukti Bersalah, Kemhub Hormati Putusan KPPU

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub, Novie Riyanto mengatakan, pihaknya bakal mengevaluasi kebijakan TBA dan TBB untuk menindaklanjuti putusan Majelis KPPU. Hasil evaluasi pun nantinya akan didasarkan pada berbagai kondisi saat ini, seperti harga avtur, kurs rupiah terhadap dolar, hingga daya beli masyarakat.

"Kami akan evaluasi dan tim akan melakukannya secara seksama dengan melihat berbagai faktor," kata Novie saat dihubungi, Rabu (24/6/2020).

Novie menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi TBA dan TBB dengan cermat tapi cepat sehingga hasilnya bisa didapatkan segera. "Semua akan kita evaluasi. Tim akan bekerja dengan detail dan semoga hasilnya bisa didapatkan segera," imbuh Novie.

Baca Juga: Kemhub Dapat Pagu Indikatif Anggaran 2021 Rp 41,3 Triliun

Sementara itu, Kemhub menghormati putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 5 dan Pasal 11 UU Nomor 5 Tahun 1999 terkait Jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Penumpang Kelas Ekonomi Dalam Negeri yang melibatkan tujuh maskapai nasional.

Juru Bicara Kemhub, Adita Irawati menjelaskan, sejak awal proses, Kemhub menyambut positif langkah KPPU tersebut dalam rangka menerapkan praktik persaingan yang sehat di dunia penerbangan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 1/2009 tentang Penerbangan.

Kemhub diamanahkan untuk menentukan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) sebagai pertimbangan pemenuhan aspek keselamatan, perlindungan konsumen, dan menghindari persaingan tidak sehat antar-badan usaha angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri untuk kelas ekonomi.

Baca Juga: Kapasitas Penumpang Pesawat Maksimal 70%

"Terkait putusan KPPU untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Kemenhub, kami sangat terbuka terhadap semua masukan dan saran dari berbagai pihak termasuk KPPU sebagai upaya untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan pelaku usaha dalam industri serta efisiensi nasional," kata Adita.



Sumber: BeritaSatu.com