Bursa Asia Melemah Setelah IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi

Bursa Asia Melemah Setelah IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi
Ilustrasi bursa saham Asia. (Foto: AFP / Behrouz Mehri)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 25 Juni 2020 | 08:00 WIB

Tokyo, Beritasatu.com - Bursa Asia Pasifik melemah pada awal perdagangan Kamis (25/6/2020) setelah semalam bursa di Amerika Serikat (AS) turun dalam. Selain itu, IMF kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Kospi Korea Selatan memimpin peelmahan di antara pasar utama kawasan setelah merosot 1,32 persen di awal sesi. Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,77 persen, sementara indeks Topix terpangkas 0,7 persen.

Saham di Australia juga menurun, dengan S&P/ASX 200 jatuh 0,91 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang turun 0,44 persen.

Pasar di Tiongkok dan Hong Kong ditutup pada hari Kamis karena liburan.

Reaksi investor terhadap pergerakan Wall Street semalam menghiasai pada perdagangan Kamis di bursa Asia.

Baca juga: Dow Turun 700 Poin karena Melonjaknya Kasus Covid-19

Bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street turun tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2020) karena meningkatnya jumlah kasus virus corona sehingga mengurangi harapan pemulihan ekonomi.

Dow Jones Industrial Average turun 710,16 poin, atau 2,7 persen menjadi 25,445,94. S&P 500 melemah 2,6 persen ke 3,050,33, sementara Nasdaq Composite turun 2,2 persen menjadi 9,909,17. Nasdaq yang berisi saham teknologi mencatat penurunan harian pertama dalam sembilan sesi. Raihan itu adalah hari terburuk Dow, S&P 500, dan Nasdaq sejak 11 Juni.

Sementara lonjakan kasus Covid-19 terjadi di negara-negara bagian AS. Florida dan California melaporkan kasus baru. Lebih 2,36 juta kasus Covid-19 dilaporkan di AS dengan 121.662 kematian, menurut data yang dikumpulkan Universitas Johns Hopkins.

Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas proyeksi ekonomi pada Rabu (24/6/2020). IMF saat memperkirakan ekonomi global akan minus atau berkontraksi 4,9 persen pada tahun 2020, atau lebih rendah dari yang diperkirakan pada bulan April yakni minus 3 persen.

"Pandemi Covid-19 berdampak lebih negatif pada aktivitas di paruh pertama 2020 daripada yang diperkirakan, dan pemulihan diproyeksikan lebih bertahap dari perkiraan sebelumnya," kata IMF pada Rabu dalam pembaruan World Economic Outlook.



Sumber: CNBC