Covid-19 Mengganas, IMF Pangkas Ekonomi Global Jadi Minus 4,9%

Covid-19 Mengganas, IMF Pangkas Ekonomi Global Jadi Minus 4,9%
Logo IMF. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 25 Juni 2020 | 08:44 WIB

Washington, Beritasatu.com - Dana Moneter Internasional (IMF) pada Rabu (24/9/2020) kembali memangkas proyeksi ekonomi global 2020 menjadi lebih dalam akibat pandemi virus corona (Covid-19).

IMF memperkirakan produk domestik bruto (PDB) global pada 2020, terkontraksi minus 4,9 persen atau dalam lebih rendah dari yang diperkirakan pada April sebesar minus 3 persen. "Pandemi Covid-19 berdampak lebih negatif pada aktivitas di paruh pertama 2020 daripada yang diperkirakan, dan pemulihan diproyeksikan lebih bertahap dari perkiraan sebelumnya," kata IMF pada Rabu dalam pembaruan World Economic Outlook.

Baca juga: Sebut Krisis Lebih Buruk, IMF Akan Pangkas Proyeksi Ekonomi

IMF juga menurunkan proyeksi PDB atau pertumbuhan ekonomi tahun 2021 menjadi 5,4 persen dari perkiraan sebelumnya 5,8 persen yang dibuat pada April.

Lembaga yang berbasis di Washington itu menjelaskan bahwa revisi ke bawah itu disebabkan langkah pembatasan sosial kemungkinan akan tetap ada selama paruh kedua tahun ini. Dampaknya, produktivitas dan rantai pasokan terpukul. Sejumlah negara juga masih bergulat dengan tingkat infeksi yang tinggi, sehingga IMF memperkirakan bahwa penguncian (lockdown) yang lebih lama akan mengurangi aktivitas ekonomi.

IMF memperingatkan bahwa proyeksi terbaru melihat ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kegiatan ekonomi akan tergantung pada faktor seperti panjangnya pandemi, jarak sosial, perubahan rantai pasokan global dan dinamika pasar tenaga kerja baru.

Perekonomian AS Minus 8%
IMF memperkiraan perekonomian Amerika Serikat (AS) akan mengalami kontraksi minus 8 persen pada tahun 2020, atau lebih buruk dari yang dipekirakan April minus 5,9 persen. IMF juga menurunkan perkiraan ekonomi zona euro yanng menyusut minus 10,2 persen pada tahun 2020.

Sementara Brasil, Meksiko, dan Afrika Selatan diperkirakan akan mengalami kontraksi masing-masing minus 9,1 persen, minus 10,5 persen dan minus 8 persen.

Ada lebih 9 juta infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia 19, menurut Johns Hopkins University. Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia.



Sumber: CNBC