Kebutuhan UMKM untuk Go Online Meningkat

Kebutuhan UMKM untuk Go Online Meningkat
Ilustrasi UMKM. (Foto: Antara)
Herman / FER Kamis, 25 Juni 2020 | 19:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat perilaku masyarakat dalam bertransaksi mengalami banyak perubahan. Masyarakat kini lebih memilih bertransaksi secara online. Perubahan gaya hidup ini juga ditangkap oleh sebagian pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Belanja Pemerintah dan BUMN Diarahkan Serap Produk UMKM

Senior Data Analyst Niagahoster, Yogi Maulana mengungkapkan, beberapa e-commerce di masa pandemi ini mencatat adanya kenaikan transaksi dan pembuatan akun baru. Hal yang sama dialami oleh Niagahoster yang juga menemukan adanya kenaikan aktivasi hosting untuk keperluan membuat website sebesar 11,16 persen di bulan April, dan 7,25 persen di bulan Mei. Niagahoster sendiri merupakan perusahaan penyedia layanan web-hosting domain dan server.

"Biasanya, di kuartal II tiap tahun atau memasuki bulan puasa, kami mengalami penurunan karena fokus masyarakat adalah untuk membeli kebutuhan-kebutuhan primer dan sekunder. Namun karena pandemi ini, kebutuhan masyarakat untuk go online terbukti meningkat," ungkap Yogi Maulana dalam konferensi pers melalui webinar, Kamis (25/6/2020).

Kenaikan jumlah aktivasi hosting ini, menurut Yogi, juga dibarengi dengan kenaikan jumlah pemilik bisnis yang memiliki website di Niagahoster, yaitu meningkat sebesar 32,96 persen di bulan April. Diketahui bahwa bulan April adalah bulan diberlakukannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota di Indonesia.

Baca Juga: Pandemi Jadi Momentum Kebangkitan UMKM

CEO Niagahoster, Ade Syah Lubis, juga melihat adanya tren dan kecenderungan baru pemilik bisnis dan UMKM di masa pandemi.

"Pembatasan aktivitas secara fisik, membuat titik kumpul masyarakat berpindah dari pertemuan tatap muka ke online atau virtual. Ini menandai (bahwa) dunia maya, ruang digital, merupakan kenormalan baru yang harus kita sambut bersama.” ungkap Ade.

Mengutip data Kementerian Koperasi dan UKM, Ade menyampaikan, hingga saat ini masih ada 87 persen UMKM yang tertinggal secara digital. Kendati angka UMKM go online mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, problematika secara struktural masih ditemukan di bisnis-bisnis kecil dan rumahan.

Baca Juga: Perlindungan UMKM Harus Diutamakan

“Mulai dari literasi digital, infrastuktur, dan kemampuan SDM perlu disiapkan untuk mendorong transformasi digital di era new normal. UMKM harus mandiri dan adaptif atas kesadaran sendiri. Namun di satu sisi, para stakeholders harus juga responsif. Niat baik dari para stakeholders ditambah antusiasme UMKM akan menjadi katalis yang baik memasuki new normal dengan lebih siap,” tandas Ade Syah Lubis.



Sumber: BeritaSatu.com