UMKM Binaan Semen Indonesia di Tuban Produksi Masker

UMKM Binaan Semen Indonesia di Tuban Produksi Masker
UMKM binaan PT Semen Indonesia Tbk (SIG) yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) klaster jahit di Tuban, Jawa Timur. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Humas SIG)
Amrozi Amenan / FER Kamis, 25 Juni 2020 | 20:59 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Tuban, Jawa Timur, tetap berupaya meningkatkan kinerjanya di masa pandemi virus corona atau Covid-19, melalui inovasi produk dengan memproduksi masker. Mereka adalah mitra binaan yang tergabung dalam organisasi masyarakat setempat (OMS) klaster jahit.

Baca Juga: Semen Indonesia Bagi Dividen Rp 239,22 Miliar

UMKM tersebut diantaranya adalah Karya Muda Taylor Desa Sugihan, Jama’ah Tahlil Nurul Huda Desa Tegalrejo, Juwiri Mandiri DesaTuwiri Wetan, IPPNU Desa Margorejo, Bank Sampah Kencana Madya Desa Temandang, dan Cendrawasih Desa Kapu. Para pelaku UMKM ini sebelum terjadi pandemi Covid-19 memproduksi pakaian jadi.

Anggota OMS Cendrawasih di Desa Kapu, Tuban, Wiwik mengatakan bahwa pandemi yang terjadi saat ini berdampak pada usahanya. Sebelum terjadi pandemi Covid-19, pihaknya dapat memproduksi 115 gamis dalam sebulan.

Namun akibat Covid 19 permintaan menurun, dan hanya memproduksi 45 gamis. Meski demikan usahanya tertolong dengan adanya pesanan masker dari beberapa instansi baik perusahaan maupun pemerintah.

Baca Juga: Rudiantara Jadi Komut Semen Indonesia

"Kami pun dapat kembali bekerja dengan melibatkan penjahit sekitar yang telah lama menganggur. Hingga saat ini kami telah memproduksi 22.000 masker," kata Wiwik, Kamis (25/6/2020).

Hal senada juga disampaikan oleh anggota OMS Karya Muda Taylor di Desa Sugihan, Tuban, Cik Inturni. Dirinya beserta kelompok penjahit lainnya sebelum terjadi pandemi Covid-19 memproduksi seragam sekolah dan pakaian jadi.

"Di masa pandemi ini kami lebih banyak memproduksi masker dan menerima pesanan hingga ke luar kota. Dengan produksi masker ini keberlangsungan usaha kami terus berjalan,” ujar Cik Inturni.

Baca Juga: SIG Siap Laksanakan Skenario New Normal

Sementara itu, General Manager CSR SIG, Edy Saraya mengatakan bahwa SIG berupaya meningkatkan
kinerja UMKM binaannya di seluruh wilayah operasionalnya dengan mendorong mereka melakukan inovasi produk. SIG berharap UMKM mitra binaan dapat lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Misalnya UMKM jahit yang sebelumnya memproduksi pakaian jadi dapat menambah produksinya dengan produksi masker sesuai dengan banyaknya permintaan di masyarakat sekaligus berperan dalam penanganan penyebaran Covid-19," kata Edy.

 



Sumber: BeritaSatu.com