PT Corfina Capital Tanggapi Pemberitaan Kasus Asuransi Jiwasraya

PT Corfina Capital Tanggapi Pemberitaan Kasus Asuransi Jiwasraya
Logo PT Corfina Capital Asset Management. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 26 Juni 2020 | 21:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung telah menetapkan status tersangka kepada 13 Manajer Investasi (MI) atas dugaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Terkait pemberitaan ini, PT Corfina Capital Asset Management menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berlaku dan berkomitmen membantu Kejaksaan Agung dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Pernyataan ini disampaikan pada keterangan tertulis dari pihak Corfina Capital yang diterima pada Jumat (26/6/2020).

Dinyatakan Reksa Dana Syariah Corfina Equity Syariah dan Reksa Dana Saham Grow 2 Prosper Rotasi Strategis yang dikelola oleh Corfina Capital merupakan produk reksa dana saham yang dimiliki oleh Jiwasraya dan tidak terkait dengan produk reksa dana lainnya.

"Underlying portfolio efek atas produk reksa dana tersebut sepenuhnya berbeda dengan produk-produk reksa dana kami lainnya," ujar keterangan tersebut.

Kemudian, portfolio efek dalam Reksa Dana Syariah Corfina Equity Syariah dan Reksa Dana Saham Grow 2 Prosper Rotasi Strategis ditentukan oleh Jiwasraya. Setiap pembelian dan penjualan portfolio efek tersebut dilakukan atas instruksi dari Jiwasraya.

"Ketiga, terkait pemberitaan penetapan status tersangka terhadap Corfina Capital, sampai dengan saat ini, kami belum menerima pemberitahuan secara resmi penetapan Kejaksaan Agung. Corfina Capital akan mengkaji lebih lanjut perihal penetapan status tersangka ini," jelasnya.

Lebih lanjut, PT Corfina Capital merupakan lembaga keuangan terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan selalu patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Manajemen Corfina Capital selalu kooperatif dan patuh mengikuti proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sambil menunggu arahan lebih lanjut dari regulator," ungkap pihak Corfina Capital.

"Oleh karena itu, nasabah tidak perlu khawatir dan tetap dapat melakukan pembelian dan penjualan seperti biasa," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com