Pandemi Covid-19 Momentum Tepat untuk Investasi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pandemi Covid-19 Momentum Tepat untuk Investasi

Minggu, 28 Juni 2020 | 16:40 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk orang-orang yang memiliki kelebihan uang, pandemi virus corona atau Covid-19 merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi, salah satunya di instrumen saham. Pasalnya, saat ini banyak saham yang harganya anjlok cukup parah. Sehingga ketika nanti kondisinya sudah pulih, harga sahanya bisa lebih tinggi.

Baca Juga: Tiga Syarat Agar Berhasil dalam Investasi

Pendiri Komunitas Investor Muda, Jason Gozali menyampaikan, masa krisis seperti saat ini harus bisa dimanfaatkan karena sifatnya tidak terjadi setiap saat, bisa delapan atau 10 tahun sekali saja.

"Kalau sekarang kita lagi punya uang lebih dan tidak kena PHK, saat ini kita harus investasi. Kalau bicara peluang, yang namanya krisis keuangan itu bukan kejadian yang terjadi setiap hari atau tahun. Yang namanya krisis pasti kejadiannya delapan tahun sekali atau 10 tahun sekali. Ini hal yang langka, tiba-tiba dan sesekali dalam jangka panjang. Alias kalau kita beli (saham) pas krisis, peluang kita menang mestinya lebih besar daripada dalam kondisi normal,” kata Jason Gozali dalam virtual conference dengan tema "Investasi Pribadi di Masa Pandemi", Minggu (28/6/2020).

Jason mengungkapkan, saat pandemi seperti saat ini harga properti, obligasi, juga saham berada di level yang lebih murah dari biasanya, sehingga ini bisa menjadi kesempatan untuk memulai investasi. Namun juga harus teliti dalam memilih saham atau instrumen investasi, sebab tidak semua saham akan naik kembali harganya setelah krisis ini pulih.

Baca Juga: Kaum Milenial Belum Sadar Pentingnya Investasi

"Ada dua strategi utama kalau teman-teman mau investasi saham. Pertama, beli saja saham yang bisnisnya tidak terdampak pandemi sama-sekali. Contoh perusahan mi instan, perusahaan telekomunikasi, dan lain-lain. Tetapi jangan harap diskonnya banyak dan besar karena itu aman. Yang kedua, cari saham yang jelas-jelas bisnisnya benar-benar terdampak. Contoh travel seperti Garuda, properti yang punya banyak mal, ritel. Itu pasti terdampak, maka harganya jatuh luar biasa. Tinggal dipilih mana perusahan yang terdampak itu yang diyakini setahun ke depan asumsinya tidak ada omzet, perusahannya masih bisa bertahan. Ketika corona pulih dan mereka balik lagi, teman-teman dapat untung yang berlipat,” kata Jason.

Selain saham, instrumen investasi lainnya yang bisa menjadi pilihan adalah obligasi pemerintah, khususnya untuk yang khawatir dengan pergerakan harga saham. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) beberapa waktu lalu juga telah mengeluarkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, yakni Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI017 dengan kupon 6,4 persen per tahun.

"Menurut saya itu lumayanlah buat yang ingin pasti-pasti saja. Apakah bisa gagal bayar? Menurut saya secara teori bisa, tapi agak kecil peluangnya untuk sebuah pemerintah gagal bayar dalam obligasi," ujar Jason.

Menyisihkan Sejak Awal

Dalam mengatur keuangan, baik saat pandemi Covid-19 maupun dalam kondisi normal, Jason mengatakan, yang harus dilakukan pertama adalah menyisihkan sebagian dari penghasilan sejak awal menerima gaji atau penghasilan, bukan sekadar menyisahkan penghasilan.

"Setiap orang harus mengatur keuangannya sejak awal menerima pendapatan. Misalnya 50 persenbuat kebutuhan kita, 10 persen buat asuransi, 20 persen buat investasi, 10 persen buat sedekah, itu sebagai contoh saja. Intinya kita melakukan penyisihan di awal bulan, bukan di akhir bulan," tegas Jason.

Untuk jumlah uang yang disisihkan, Menurut Jason, sangat bergantung dari jumlah penghasilan masing-masing orang dan juga kebutuhannya. Sebab ada yang bisa bertahan hidup dengan menggunakan 40 persen dari pendapatan, ada juga yang sampai 70 persen.

Baca Juga: Waktu yang Tepat Investasi Reksa Dana

"Kalau memang penghasilannya mepet, tidak apa-apa dari penghasilan kita 70 persen buat konsumsi, 30 persen buat investasi. Tetapi minimal kita harus menyisihkan setidaknya 20 persen untuk investasi,” kata Jason.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Inovasi Dorong Percepatan Reformasi Ekonomi di Tengah Pandemi

Teori ekonomi erat berbicara bagaimana kaitannya reformasi bermanfaat untuk suatu negara.

EKONOMI | 28 Juni 2020

Kagama Inkubasi Bisnis XII, Stafsus Presiden Berbagi Kiat Pertahankan Bisnis di Masa Krisis

Staf khusus Presiden RI, Putri Indahsari Tanjung, dalam forum Kagama Inkubasi Bisnis XII membeberkan kiat mempertahankan bisnis dalam situasi krisis.

EKONOMI | 28 Juni 2020

Laba Clipan Finance Naik 18,5%

RUPS Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan juga mengangkat Roosniati Salihin sebagai Komut PT Clipan Finance Tbk.

EKONOMI | 28 Juni 2020

Mentan Kampanyekan Gerakan Diversifikasi Pangan

Kebijakan dan program Kementerian, pemerintah daerah, BUMN dan media diarahkan kepada diversifikasi pangan.

EKONOMI | 28 Juni 2020

Masuk Normal Baru, Konsumsi BBM Pertamina Naik 10%

Rata-rata normal Januari – Februari 2020 yang tercatat 135.000 KL per hari.

EKONOMI | 28 Juni 2020

Kunjungi KPS Bogor, Menkop dan UKM Sosialisasikan Program Restrukturisasi Pinjaman LPDB-KUMKM

Menkop dan UKM pantau langsung usaha koperasi di lapangan.

EKONOMI | 28 Juni 2020

Perlu Upaya Serius untuk Menguatkan UMKM di Masa Krisis

Ari mendukung upaya-upaya pemerintah untuk terus melindungi UMKM, baik dengan cara restrukturisasi kredit atau penambahan modal kerja.

EKONOMI | 28 Juni 2020

Erick Minta BUMN Alihkan Proyek Nilai Kecil ke UMKM

BUMN tidak boleh ikut tender yang kecil-kecil, diprioritaskan ke UMKM.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Jusuf Kalla Ajak KKSS Bersatu untuk Kemajuan Daerah

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) untuk bersatu memajukan daerah.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Ini Klarifikasi PTPP Terkait Pembangunan Proyek PLTU Timor 1

PTPP telah melakukan tanggapan dan menindaklanjuti keluhan para petani rumput laut.

EKONOMI | 27 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS