BKPM Pastikan Investasi Hyundai Tetap Berjalan

BKPM Pastikan Investasi Hyundai Tetap Berjalan
Ilustrasi Hyundai (Foto: istimewa)
Lona Olavia / FER Senin, 29 Juni 2020 | 23:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan investasi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) asal Korea Selatan (Korsel) tetap berjalan. Tahap konstruksi proyek senilai US$ 1,55 miliar ini bahkan mampu melampaui target yang direncanakan.

Baca Juga: BKPM Bentuk Tim Satgas Khusus Tangani Relokasi Investasi

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan apresiasi atas komitmen para investor, terutama dari Korsel dalam merealisasikan investasinya. BKPM pun memastikan juga komitmennya dalam melakukan pengawalan investasi, diantaranya memfasilitasi perizinan, bahan baku, dan menangani persoalan lahan.

"Saya selalu berusaha menyelesaikan permasalahan investasi dengan tangan saya secara langsung. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Indonesia menjaga hubungan baik dengan investor dari Korsel. Kita sudah mulai dampingi dari tanda tangan nota kesepahaman sampai dengan tinjau lokasi langsung. Presiden Jokowi juga sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Hyundai yang tetap merealisasikan investasi di tengah Covid-19 ini," kata Bahlil dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (29/6/2020).

Baca Juga: Hyundai Mulai Produksi i30 baru untuk Eropa

Presiden Hyundai Asia Pacific, Lee Young Tack menyampaikan, saat ini perkembangan pembangunan pabrik HMMI sudah mencapai 22 persen. Ini membuktikan kemampuan perusahaan dalam melebihi target, karena rencana konstruksi semestinya baru 20 persen pada tahap sekarang.

"Kami berterima kasih atas bantuan pemerintah Indonesia, khususnya BKPM dalam memfasilitasi investasi kami di Indonesia. BKPM sangat mendorong kami untuk tetap beroperasi selama masa Covid-19 dan juga telah meminta kepada pemerintah daerah mendukung investasi Hyundai agar tetap berjalan. Pembangunan pabrik kami bisa melebihi target saat ini karena adanya bantuan yang diberikan oleh BKPM,“ ungkap Lee Young Tack.

Baca Juga: Kepala BKPM Wajibkan Investor Besar Gandeng UMKM

Selanjutnya, Hyundai akan mengimpor mesin-mesin produksi serta mendatangkan tenaga ahli dari Korsel untuk pembangunan pabriknya. Untuk membantu Hyundai, BKPM terus melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, serta kementerian dan lembaga terkait di Indonesia.

"Kami dibantu oleh BKPM untuk kemudahan proses rekomendasi visa dan izin impor mesin-mesin. Kami akan menjadwal ulang rencana ground breaking yang semula akan diadakan pada bulan April 2020, namun ditunda karena adanya pandemi Covid-19," tandas Lee Young Tack.



Sumber: BeritaSatu.com