Jokowi: Tangkap Peluang Investasi dari Relokasi Ratusan Perusahaan Tiongkok!

Jokowi: Tangkap Peluang Investasi dari Relokasi Ratusan Perusahaan Tiongkok!
Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa, 30 Juni 2020. (Foto: Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 30 Juni 2020 | 16:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya jangan kalah kalah dengan negara-negara lain dalam hal menarik minat para investor asing berinvestasi di Indonesia.

“Jangan kalah dengan negara-negara lain,” kata Jokowi saat meninjau Kawasan Industri Batang dan Relokasi Investasi Asing di Desa Ketanggan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Saat ini sudah ada 119 perusahaan yang akan relokasi perusahaannya dari Tiongkok ke Indonesia. Jokowi tidak mau potensi 119 perusahan Tiongkok yang akan memindahkan usahanya hilang hanya gara-gara tidak mendapatkan lahan atau terbentur pembebasan lahan.

“Saya tidak mau lagi. Tadi ada potensi 119 perusahaan yang akan relokasi dari Tiongkok ke luar. Jangan sampai kita tidak mendapatkan perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia,” tegas Jokowi.

Berbagai cara harus dilakukan pemerintah untuk menarik minat para investor agar mau merelokasi perusahaannya ke Indonesia. Daerah harus mampu bersaing dalam meningkat daya tarik bagi investor.

Misalnya dalam harga pembebasan lahan. Daerah harus mampu memberikan harga lahan yang lebih rendah dibandingkan harga lahan di negara lain.

“Kalau mereka memberikan harga tanah misalnya Rp 500.000, kita harus bisa di bawahnya itu, Rp 300.000 misalnya. Kalau mereka memberikan harga tanah Rp 1 juta ya kita berikan harga Rp 500.000,” ujar Jokowi.

Begitu juga dalam hal urusan perizinan. Indonesia harus mampu bersaing dalam percepatan pengurusan perizinan. “Kalau mereka ngurus izin di sana satu bulan, ya kita bisa seminggu. Kalau mereka ngurus di tempat lain bisa seminggu ya kita harus bisa sehari dua hari. Harus memiliki sebuah competitiveness yang baik,” terang Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, tidak mau peristiwa Indonesia kehilangan kesempatan dari 33 perusahaan Tiongkok yang akan relokasi pada tahun lalu terulang kembali. Indonesia tidak mendapatkan satu pun dari 33 perusahaan tersebut.

“Kalau tidak, jangan sampai peristiwa tahun lalu terjadi lagi. Ada relokasi dari Tiongkok, 33 perusahaan, kita satu pun tidak dapat,” ungkap Jokowi.

Sebab, semakin banyak investor yang masuk ke Indonesia, maka akan membuka lapangan pekerjaan yang besar bagi masyarakat. “Sekali lagi, tujuan besarnya adalah membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya kepada warga kita,” tutur Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com