PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang

PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang
Direktur PT PP (Persero) Tbk Novel Arsyad (tengah) menandatangani MoU Pembangunan Kawasan Industri Batang bersama dengan Rachmadi Nugroho selaku Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) dan Tio Handoko selaku Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IX, Selasa (30/6/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Dok. PTPP)
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 30 Juni 2020 | 18:16 WIB

Batang, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) pengembangan Kawasan Industri Batang, dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau KIW dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) atau PTPN IX, di lokasi Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Jokowi Tak Mau Pembebasan Tanah Jadi Kendala Investor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir mengunjungi Kawasan Industri Batang didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan pejabat lain, Selasa (30/6/2020).

Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir mengunjungi Kawasan Industri Batang didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan pejabat lainnya.

Kawasan Industri Batang yang terletak di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memiliki total luasan lahan yang akan dikembangkan sekitar 4.300 hektare, dimana dalam tahap pertama akan dikembangkan lahan seluas 450 hektare.

Kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa ini, akan mengusung konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate. Dimana konsep smart tersebut memiliki 3 basic principles yaitu smart society, smart environment and infrastructure serta smart economy, dan dua design intervention yakni smart experience dan smart planning.

PT PP (Persero) Tbk diwakili oleh Novel Arsyad selaku Direktur Utama (tengah) menandatangani MoU Pembangunan Kawasan Industri Batang bersama dengan Rachmadi Nugroho selaku Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) dan Tio Handoko selaku Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IX, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Jokowi Tinjau Kawasan Industri Batang

Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad mengatakan, dengan dibukanya Kawasan Industri Batang maka akan memudahkan pergerakan logistik dengan waktu tempuh 50 menit dari kawasan industri menuju pelabuhan Tanjung Mas.

"Selain itu, kawasan industri ini potensial menyerap sekitar 130.000 lapangan pekerjaan baru di tahap pertama, dimana hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. PTPP selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujar Novel Arsyad.

Pengembangan Kawasan Industri Batang akan dibagi menjadi tiga zonasi, yaitu zona industri ringan dan sedang, zona inovasi dan ekonomi kreatif, serta zona manufaktur dan logistik.

Kawasan Industri Batang direncanakan akan memiliki fasilitas antara lain, sarana olahraga, command center, pemadam kebakaran, sarana peribadatan dan rumah sakit. Selain itu, kawasan ini juga memiliki visi untuk mempromosikan ekonomi kreatif, industri, teknologi informasi serta ruang berinovasi bagi masyarakat.

Baca Juga: 7 Perusahaan Asing Akan Relokasi ke Indonesia

Kawasan Industri Batang direncanakan akan memiliki ruang terbuka hijau (RTH), ruang interaksi dan ramah pejalan kaki, dimana memiliki konsep perencanaan dengan pendekatan desain dari sebelumnya kota industri konvensial dengan konsep zonasi guna lahan, menjadi kota industri baru dengan mempromosikan fungsi campuran dan kemudahan berjalan kaki (mixed use dan walkable neighborhood).

Kawasan Industri Batang juga memiliki beberapa keunggulan, antara lain terletak di sisi utara Tol Trans Jawa dimana dapat mempermudah akses ke Kawasan Industri, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi dry port, berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa dan akan dibuat Transit Oriented Development (TOD) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang.

Selain itu, Kawasan Industri Batang memiliki lokasi yang strategis dimana dapat ditempuh dengan waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang, berjarak 50 kilometer (km) dari Bandara Ahmad Yani dan 65 km dari Pelabuhan Tanjung Mas.

"Kita lebih menata dari konsep bisnisnya kemudian desainnya dan bagaimana hal tersebut dapat menarik minat investor. Kita harus membuat diferensiasi dengan area industri yang lain karena area industri disini dan Indonesia cukup banyak. Kita juga harus menarik investor asing supaya mereka tidak pindah ke negara lain karena Indonesia punya kelebihan. Kita harus siap berkompetisi membuat diferensiasi," tandas Novel Arsyad.



Sumber: BeritaSatu.com