Hingga Mei, Kunjungan Wisman Ke Indonesia Anjlok 53,36%

Hingga Mei, Kunjungan Wisman Ke Indonesia Anjlok 53,36%
Acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Pariwisata untuk mencari solusi peningkatan kunjungan wisman ke Indonesia agar bisa mencapai target pemerintah yakni 17 juta kunjungan wisman yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, di kawasan Monas, Jakarta, 26 Juli 2018. (Foto: BeritaSatu Photo / Chairul Fikrie)
Herman / EHD Rabu, 1 Juli 2020 | 12:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pandemi Covid-19 masih memukul sektor pariwisata di Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang menurun sangat tajam. Di sisi lain, penurunan jumlah kunjungan wisman ini juga berdampak pada sektor-sektor pendukung pariwisata, seperti tingkat hunian kamar hotel dan sektor transportasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Mei 2020 mencapai 163,65 ribu kunjungan, turun 86,90% dibanding jumlah kunjungan wisman pada Mei 2019 yang berjumlah 1,25 juta kunjungan. Tetapi jika dibandingkan dengan April 2020, jumlah kunjungan wisman Mei 2020 sedikit mengalami kenaikan sebesar 3,10%.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, secara kumulatif (Januari–Mei 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,93 juta kunjungan atau turun 53,36% dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,28 juta kunjungan. Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 1,60 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 696,56 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 631,98 ribu kunjungan.

“Penurunan kunjungan wisman ini perlu diwaspadai karena akan berdampak pada sektor-sektor pendukung pariwisata, seperti tingkat hunian kamar hotel, sektor transportasi, industri ekonomi kreatif, perdagangan, dan sebagainya,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam pemaparan perkembangan pariwisata Indonesia, Rabu (1/7/2020).

Selama periode Januari–Mei 2020, Suhariyanto menyampaikan wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase penurunan paling tinggi, yaitu sebesar 55,52% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan wilayah Timur Tengah memiliki persentase penurunan paling kecil yaitu sebesar 36,78%.

Sedangkan menurut kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama Januari–Mei 2020 paling banyak berasal dari Malaysia sebanyak 612,66 ribu kunjungan (20,91%), diikuti Timur Leste sebanyak 442,18 ribu kunjungan (15,09%), Singapura 266,46 ribu kunjungan (9,10%), Australia 249,16 ribu kunjungan (8,51%), dan Tiongkok 200,14 ribu kunjungan (6,83%).

Hunian Kamar

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Mei 2020 mencapai rata-rata 14,45% atau turun 29,08 poin dibandingkan TPK Mei 2019 yang sebesar 43,53%. Jika dibanding dengan TPK April 2020 yang tercatat 12,67%, TPK Mei 2020 mengalami kenaikan sebesar 1,78 poin. TPK tertinggi tercatat di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 27,02%, diikuti Provinsi Kalimantan Timur sebesar 26,31%, dan Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 26,28%, sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Bali yang sebesar 2,07%.

Penurunan TPK hotel klasifikasi bintang pada Mei 2020 dibanding Mei 2019 tercatat di seluruh provinsi, dengan penurunan tertinggi terjadi di Provinsi Bali yaitu sebesar 49,49 poin, diikuti Provinsi Papua Barat 39,14 poin, dan Provinsi Kalimantan Tengah 38,51 poin, sedangkan penurunan terendah tercatat di Provinsi Kalimantan Utara yaitu sebesar 4,43 poin.

 



Sumber: BeritaSatu.com