BKPM Gandeng Angkasa Pura II Tawarkan 7 Proyek Pengembangan Bandara

BKPM Gandeng Angkasa Pura II Tawarkan 7 Proyek Pengembangan Bandara
Calon penumpang pesawat memasuki area keberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Thresa Sandra Desfika / JAS Rabu, 1 Juli 2020 | 16:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) menyelenggarakan kegiatan market sounding proyek-proyek perseroan. Market sounding ini merupakan tahapan awal dalam penyiapan tujuh proyek infrastruktur yang ditawarkan oleh Angkasa Pura II guna mendapatkan masukan publik serta mencari mitra strategis dalam pengembangan bisnis proyek infrastruktur yang ditawarkan tersebut.

Ketujuh proyek tersebut adalah hotel bintang empat di terminal internasional Bandara Soekarno Hatta, kerja sama pengelolaan hotel sampai dengan 20 tahun. Lalu, pengembangan Aeroland City di Tangerang, kerja sama pengembangan lahan untuk pusat bisnis, apartemen rental, residensial, sekolah, dan pergudangan.

Serta, manajemen ritel area untuk bandara Angkasa Pura II kerja sama pengelolaan retail area di 17 bandara yang dikelola perusahaan. Selain itu, konsesi perjanjian untuk manajemen periklanan di bandara Angkasa Pura II  dan pengembangan usaha di Soekarno Hatta kerja sama pembangunan dengan konsep TOD (transit oriented development), pusat konvensi, dan apartemen rental.

Ditambah, kota bandara di Bandara Internasional Kualanamu dan di Bandara Internasional Supadio kerja sama pembangunan pusat perbelanjaan, kondotel, pusat olahraga, dan hiburan dalam satu kawasan.

“Kita berharap dari tujuh proyek yang ditawarkan tersebut, ketika ada investornya, maka kita akan lihat adanya multiplier effects yang diciptakan. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Plt Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Nurul Ichwan dalam siaran pers, Rabu (1/7/2020).

Direktur Komersial PT Angkasa Pura II (Persero) Ghamal Peris Aulia menyampaikan, pihaknya mengelola 19 bandara di seluruh Indonesia. Penyediaan tujuh proyek infrastruktur ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa bandara serta menciptakan pengalaman konsumen yang baik, efektivitas, dan efisiensi sistem operasi, serta model bisnis yang kompetitif.

Sejalan dengan proyeksi akan membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia, industri penerbangan dan kebandaraan diyakini akan kembali bergairah. Hal ini juga didukung dengan regulasi pemerintah untuk industri penerbangan.

“PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara terbesar di Indonesia, yang juga salah satu bandara tersibuk di Kawasan Asia dan dunia, yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta yang melayani penumpang sebanyak 54,2 juta pada tahun 2019 dan secara korporasi sebanyak 94 juta, tentunya dihadapkan pada tantangan bagaimana membuat akselerasi dalam dinamika bisnis," ujar Ghamel.

"Sebagai gambaran, potensi Bandara Internasional Soekarno Hatta sebagai primary international hub dan regional hub adalah proyeksi pertumbuhan pergerakan angkutan udara untuk Bandara Internasional Soekarno Hatta yang selalu meningkat dari tahun ke tahun,” dia menambahkan.

Mengacu pada potensi pengembangan bisnis di industri kebandaraan yang semakin dinamis, salah satu upaya akselerasi bisnis yang akan dilakukan adalah dengan melakukan program kemitraan dengan investor yang kredibel di bidangnya, untuk tujuh proyek tersebut dengan total nilai Rp 16 triliun atau lebih dari US$ 1 miliar.

Kerja sama dilakukan secara jangka panjang, sampai dengan 25 tahun, agar memberikan balik modal yang menjanjikan bagi investor walaupun dalam masa pandemi Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com