UMKM Binaan Kemdag Ekspor Produk Alas Kaki ke Singapura

UMKM Binaan Kemdag Ekspor Produk Alas Kaki ke Singapura
Sejumlah pekerja tengah menyiapkan produk alas kaki, di pabrik PT Sepatu Bata Tbk, yang berlokasi di Jalan Raya Cibening KM 8, Desa Cibening, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu 4 Juni 2016. (Foto: Istimewa)
Herman / FER Rabu, 1 Juli 2020 | 16:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Indoto Tirta Mulia yang merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) peserta Export Coaching Program 2019 berhasil melakukan ekspor perdana alas kaki ke Singapura. Nilainya mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Baca Juga: UMKM Akan Dihubungkan dengan Usaha Besar

Export Coaching Program sendiri merupakan program pendampingan ekspor bagi pelaku UMKM yang diinisiasi Kementerian Perdagangan (Kemdag) melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.

"Keberhasilan PT Indoto Tirta Mulia mencetak ekspor membuktikan bahwa pandemi tidak menyurutkan langkah UKM untuk terus berkarya dan berprestasi. Kementerian Perdagangan yang menjadi bagian dari keberhasilan ini juga sangat bangga atas kegigihan PT Indoto Tirta Mulia memanfaatkan peluang di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto, dalam keterangan resminya, Rabu (1/7/2020).

Sementara itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemdag, Kasan, pencapaian ekspor yang diraih ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras pelaku usaha dalam program pendampingan ekspor, yang didukung oleh kerja sama yang baik antara PPEI, tim fasilitator, dan dinas di daerah.

Baca Juga: Kemdag Perkuat Pasar Ekspor Lada Putih Muntok

"Export Coaching Program dimaksudkan agar para pelaku usaha mampu menjalankan bisnis ekspor secara efektif, melakukan perbaikan dan peningkatan untuk berbagai hal seperti manajemen, produksi, promosi, pemasaran, serta saat berlangsungnya proses ekspor,” kata Kasan.

Pada Januari-Juni 2020, Kasan menyampaikan, Export Coaching Program telah mencetak tiga UMKM yang berhasil mengekspor secara langsung, yakni ke Spanyol, Korea Selatan,dan Singapura. Sementara di tahun 2019, Export Coaching Program mencatatkan prestasi dengan mencetak 41 eksportir baru.

Kepala Balai Besar PPEI Noviani Vrisvintati menjelaskan, program pendampingan ekspor merupakan kegiatan pembinaan bagi pelaku usaha berorientasi ekspor untuk mencapai kondisi siap ekspor (ready to export) melalui serangkaian kegiatan yang berlangsung kurang lebih selama satu tahun.

Baca Juga: Ekspor Produk Makanan Olahan Meningkat

Program pendampingan ini terdiri dari delapan tahapan kegiatan, yakni lokakarya (workshop) dan verifikasi perusahaan, training of exporter, pendampingan produk, pendampingan pengembangan pasar (market development), training of exporter lanjutan, penjajakan kesepakatan dagang (business matching), progress monitoring, hingga evaluasi.

Selama tahun 2020, kegiatan Export Coaching Program dilaksanakan di empat daerah yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya,dan Banyuwangi. Targetnya, sebanyak 100 perusahaan dapat menjadi eksportir baru. Namun, dikarenakan sejumlah kendala akibat pandemi global, termasuk kebijakan pemerintah di daerah, Export Coaching Program wilayah Jawa Barat untuk tahap ke-2 sampai dengan ke-8 akan dilanjutkan di tahun 2021.



Sumber: BeritaSatu.com