Berdayakan Produk Lokal, Kemperin Kampanyekan #SemuanyaAdaDisini

Berdayakan Produk Lokal, Kemperin Kampanyekan #SemuanyaAdaDisini
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, saat peluncuran secara virtual Kampanye #SemuanyaAdaDisini, Rabu (1/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 1 Juli 2020 | 18:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah meluncurkan kampanye #SemuanyaAdaDisini sebagai wujud meningkatkan penjualan produk lokal hasil Industri Kecil dan Menengah (IKM) nasional. Langkah tersebut diharapkan semakin menumbuhkan industri nasional, agar terus berkontribusi pada perekonomian.

Kampanye #SemuanyaAdaDisini yang merupakan bagian gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, dilaksanakan 1-15 Juli 2020 dan diluncurkan secara virtual Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Kampanye #SemuanyaAdaDisini membawa pesan utama bahwa industri nasional telah mampu menghasilkan produk berkualitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Menperin saat memberikan laporan pada peluncuran kampanye #SemuanyaAdaDisini, Rabu (1/7).

Menperin menyampaikan, kampanye #SemuanyaAdaDisini ingin mengajak masyarakat untuk belanja produk industri dalam negeri, sekaligus mendorong IKM dapat memanfaatkan teknologi digital dalam strategi pemasarannya. “Kampanye ini didukung sepenuhnya oleh asosiasi, pemerintah daerah, paguyuban dan komunitas industri, dewan kerajinan nasional dan daerah, pelaku industri itu sendiri, serta seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Dia mengatakan, era normal baru mengubah perilaku belanja masyarakat. "Dampak pandemi mempercepat transformasi digital baik untuk pelaku bisnis maupun masyarakat,” jelas Agus.

Berdasarkan data Bank Indonesia, terjadi lonjakan transaksi perdagangan online sebesar 18,1 persen hingga 98,3 juta transaksi pada bulan Maret 2020 menjadi dengan nilai total transaksi meningkat 9,9 persen menjadi Rp 20,7 triliun.

Penyelenggaraan kampanye #SemuanyaAdaDisini disinergikan dengan program e-Smart IKM pada tahun 2020. Hanya dalam waktu kurang dari 1 bulan sejak dibukanya pendaftaran pada 5 Juni 2020 lalu, sebanyak 2.925 IKM berpartisipasi dalam kampanye tersebut.

Menurut Menperin, capaian tersebut menunjukan potensi pemasaran produk melalui e-commerce. Pemanfaatan media digital untuk penjualan IKM juga telah sejalan dengan Peta Jalan Making Indonesia 4.0. "Penjualan secara online memudahkan pemasaran hasil industri Indonesia yang sekaligus berguna untuk merevitalisasi IKM menuju industri 4.0," sebutnya.

Gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia juga diproyeksi mampu memperkuat program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), terutama melalui ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk mendukung produk dalam negeri dengan belanja produk IKM Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi menuturkan, Indonesia sebagai bangsa yang besar harus mampu bekerja sama untuk mengembangkan produk dalam negeri yang berkualitas, guna memenugi kebutuhan konsumen dalam dan luar negeri. “Kampanye #SemuanyaAdaDisini sangat pas, karena menunjukkan optimisme yang tinggi bahwa Indonesia mampu memproduksi kebutuhan sehari-hari kita,” ujarnya.

Ia memaparkan, gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia dengan mengedepankan penjualan secara online, salah satunya melalui marketplace diyakini akan mampu mengakselerasi perputaran ekonomi, menjadi sarana pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia, serta menunjukkan keberpihakan bagi produk-produk dalam negeri.

“Sebagaimana arahan Presiden, target kita adalah 2 juta UMKM masuk dalam eksositem digital. Hari ini kita sudah memiliki total 8,6 juta yang masuk dalam ekosistem digital. Kita semua telah menunjukkan komitmen dengan memberikan berbagai dukungan bagi UMKM, seperti pelatihan daring, e-learning, hingga relaksasi perizinan,” jelasnya.

Dalam rangkaian launching kampanye tersebut juga digelar talkskhow bertema manfaat pemasaran online. Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi Digital Digital Indonesian e-commerce Association (idEA), Bima Laga menyampaikan, sebagai salah satu wadah bagi UMKM untuk bisa mengembangkan usahanya, idEA dan seluruh anggotanya sangat mendukung pemerintah dalam mendorong kemajuan ekonomi digital Indonesia. “Terlebih produk buatan Indonesia juga pada dasarnya memiliki kualitas yang layak dibanggakan,” ungkap Bima.

Kemperin juga berupaya membangun jejaring antara pelaku IKM sebagai bagian dari supply chain dengan industri besar. “Mendekatkan IKM dengan industri berskala besar, akan memberikan peluang bagi IKM untuk berkembang dan berkontribusi dalam rantai pasok industri dalam negeri,” imbuh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemperin, Gati Wibawaningsih.

Ia menambahkan, masuknya IKM ke dalam ekosistem digital merupakan cara yang efektif untuk memahami kebutuhan masyarakat dan tren permintaan, sehingga IKM dapat memproduksi barang-barang yang dapat terserap oleh pasar. “Karena itu program-program kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan yang tidak biasa-biasa saja,” pungkasnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com