BPS: Ekonomi Jatim Mulai Menggeliat

BPS: Ekonomi Jatim Mulai Menggeliat
Salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. (Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan)
Amrozi Amenan / FER Rabu, 1 Juli 2020 | 22:28 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Laju aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Timur (Jatim) kembali menggeliat setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Kondisi tersebut, terlihat dari data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Jatim sepanjang Juni 2020 tercatat sebesar 0,28 persen.

Baca Juga: Permintaan Melemah, Inflasi Juni 0,18 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan, mengatakan inflasi Juni 2020 yang mencapai sebesar 0,28 persen itu menunjukkan bahwa ekonomi di wilayah Jatim mulai menggeliat dan bakal terus merangkak naik.

""Saya harap terus ada penurunan data Covid -19 dengan kesiplinan dan protokol kesehatan. Mudah-mudahan sudah tidak bertambah lagi dan ekonomi semakin membaik," kata Dadang, di Surabaya, Rabu (1/7/2020).

Menurut Dadang, dari delapan kota di Jatim berdasarkan IHK, tujuh kota mengalami inflas dan satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Malang sebesar 0,44 persen, sedangkan deflasi terjadi di Sumenep sebesar 0,15 persen.

Pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Juni 2020 di delapan kota IHK tersebut, kata dia, menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau. Hal ini mendorong terjadi kenaikan IHK sebesar 0,28 persen yaitu dari 104,09 pada bulan Mei 2020 menjadi 104,38 pada bulan Juni 2020.

Baca Juga: Panen Raya Berakhir, Harga Gabah dan Beras Mulai Naik

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran," kata Dadang.

Kelompok pengeluaran tersebut masing-masing adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,21 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen, kelompok transportasi sebesar 1,77 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,02 persen, dan penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,20 persen.

Untuk kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,59 persen.

Baca Juga: Jokowi Instruksikan Penambahan Faskes di Jatim

Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga tidak mengalami perubahan.

Secara umum BPS Jatim mencatat, tingkat inflasi tahun kalender Juni 2020 sebesar 1,14 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2020 terhadap Juni 2019) sebesar 2,04 persen.



Sumber: BeritaSatu.com