Penyaluran Pinjaman Akseleran Tumbuh 6%

Penyaluran Pinjaman Akseleran Tumbuh 6%
CEO dan co-founder Akseleran, Ivan Tambunan (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Herman / FER Kamis, 2 Juli 2020 | 18:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah pandemi Covid-19, perusahaan financial technology (fintech) berbasis Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran berhasil mencatatakan kinerja yang tetap positif. Selama Januari hingga Juni tahun ini, Akseleran telah menyalurkan total penyaluran pinjaman usaha sebesar Rp 354 miliar, atau tumbuh hingga 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Baca Juga: Fintech Lending Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan

CEO dan co-founder Akseleran, Ivan Tambunan menyampaikan, pinjaman usaha tersebut disalurkan kepada lebih dari 2.100 pinjaman dan sebagian besar pertumbuhan ditopang oleh performa di sepanjang kuartal pertama 2020 yang mengalami kenaikan sebesar 28 persen dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya.

Selain itu, kata Ivan, adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan era new normal turut berdampak terhadap peningkatan penyaluran pinjaman usaha Akseleran di bulan Juni yang berhasil mengalami kenaikan 13 persen dibandingkan Juni 2019.

Menurut Ivan, pertumbuhan yang terjadi di semester pertama tersebut juga sejalan dengan kualitas aset Akseleran yang tetap terjaga stabil. Tercatat, di sepanjang semester pertama ini, rata-rata kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Akseleran masih di bawah 0,7 persen dari total penyaluran pinjaman usaha secara keseluruhan.

Baca Juga: Alami Fintek Resmi Dapatkan Izin Usaha dari OJK

"Upaya kami dalam memitigasi risiko kredit macet khususnya di masa pandemi Covid19 sangatlah penting seperti meningkatkan credit underwritting standard dan lebih memilih pinjaman beragunan invoice financing dibandingkan pre-invoice financing (pembiayaan purchase order) agar risiko kredit lebih kecil,” kata Ivan Tambunan dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2020).

Ivan menjelaskan, secara kumulatif, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp 1,26 triliun lebih dengan sektor usah amikro kecil dan menengah (UMKM)yang paling banyak meminjam berasal dari engineering/construction (25 persen), dan mining oil & gas, dan selebihnya terbagai cukup merata di berbagai sektor lainnya.

Sedangkan untuk sepuluh provinsi terbesar dalam penyaluran pinjaman usaha Akseleran yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Riau, Sulawesi Tenggara, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Pendanaan di Akseleran Naik 30%

"Rapor hijau di semester pertama 2020 ini tentu didukung penuh oleh lebih dari 200.000 pemberi pinjaman (lender) sektor ritel (perorangan) Akseleran yang tersebar di seluruh Indonesia. Apalagi total nilai pengembangan dana untuk pendanaan UKM dari lender ritel kami juga mengalami kenaikan yang sama sebesar 6 persen di sepanjang semester pertama tahun ini,” tambah Ivan.



Sumber: BeritaSatu.com