Harga Minyak Menguat karena Stok AS Berkurang

Harga Minyak Menguat karena Stok AS Berkurang
Ilustrasi minyak. (Foto: Beritasatu.com/Muhammad Reza)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 3 Juli 2020 | 05:51 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak naik pada perdagangan Kamis (2/7/2020) setelah data menunjukkan di Amerika Serikat (AS) terjadi penurunan pengangguran dan berkurangnya stok minyak mentah. Hal in terjadi di tengah kekhawatiran lonjakan infeksi virus corona (Covid-19) yang bisa menghambat pemulihan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent naik US$ 1,11, atau 2,64 persen menjadi US$ 43,14 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 83 sen, atau 2,08 persen menjadi US$ 40,65 per barel.

Baca juga: Wall Street Melonjak Dipicu Rekor Kenaikan Lapangan Kerja

Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis melaporkan ada 4,8 juta lapangan kerja non-pertanian yang tercipta pada Juni, mengalahkan ekspektasi analis.  Naiknya lapangan kerja ini membuat tingkat pengangguran turun ke 11,1 persen.

Data Administrasi Informasi Energi AS menunjukkan, persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel dari rekor tertinggi pekan lalu, jauh lebih banyak dari yang diperkirakan analis, ketika kilang meningkatkan produksi dan impor berkurang.

"OPEC telah melakukan tugasnya di sisi pasokan, dan ketidakpastian utama sekarang tetap pada pemulihan permintaan," Kepala Penelitian Komoditas BNP Paribas, Harry Tchilinguirian.

Kasus Covid-19 di Amerika Serikat naik hampir 50.000 sehari pada Rabu (1/7/20200 menurut penghitungan Reuters, atau lonjakan satu hari terbesar sejak dimulainya pandemi.

California menghentikan kembali upaya membuka kembali ekonomi, dengan melarang makan di restoran di banyak negara bagian, menutup bar dan meningkatkan penegakkan jarak sosial.



Sumber: CNBC