Harga Emas Naik karena Kekhawatiran Covid-19

Harga Emas Naik karena Kekhawatiran Covid-19
Ilustrasi emas. (Foto: Antara / Aprillio Akbar)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 3 Juli 2020 | 07:09 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka meningkat pada akhir perdagangan Kamis (2/7/2020) di tengah data ekonomi AS menciptakan rekor lapangan pekerjaan bulan Juni. Kenaikan logam mulia ditopang pelemahan dolar dan ketakutan lonjakan kasus Covid-19.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik US$ 10,1 atau 0,57 persen, menjadi US$ 1.790,00 per ounce.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik ke Rp 919.000 Per Gram

Lebih dari 52.000 kasus baru Covid-19 dilaporkan di Amerika Serikat pada Rabu (1/7/2020) memecahkan rekor pada akhir April. Hal ini meredam optimisme yang diciptakan data ekonomi yang dirilis Kamis (2/6/2020).

Laporan penggajian nonpertanian yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Amerika Serikat menambah 4,8 juta pekerjaan baru pada Juni, lebih baik dari yang diperkirakan dan terbesar sejak pemerintah mulai membuat catatan pada 1939.

Sementara tingkat pengangguran turun untuk bulan kedua berturut-turut menjadi 11,1 persen pada Juni, atau lebih baik dari yang diperkirakan.

Laporan lain Departemen Tenaga Kerja AS menempatkan klaim pengangguran awal pada pekan yang berakhir 27 Juni sebesar 1,43 juta, lebih buruk dari yang diperkirakan dan memberikan beberapa dukungan terhadap emas.

"Biasanya dolar menguat pada angka yang sangat kuat ini, tetapi belum, yang berarti orang masih khawatir bahwa ekonomi belum keluar dari masalah," kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Dolar sedikit berubah, setelah jatuh ke level terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang pada awal sesi.

Namun risalah The Fed yang dirilis pada Rabu menunjukkan fakta bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga rendah sampai 2022, sehingga masih memberikan dukungan bagi emas.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) telah meningkat 17 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh langkah-langkah stimulus dan penurunan suku bunga oleh bank sentral.

Logam mulia lainnya, perak pengiriman September naik 10,4 sen atau 0,57 persen, menjadi ditutup US$ 18,322 per ounce. Platinum pengiriman Oktober turun US$ 2,8 atau 0,34 persen, menjadi US$ 831,6 per ounce.



Sumber: Reuters