Pengusaha Pelayaran Usulkan Konsep Tol Laut Diubah

Pengusaha Pelayaran Usulkan Konsep Tol Laut Diubah
Ketua Insa Surabaya Stenvens Handry Lesawengen, para pengusaha pelayaran dan Ketua Kadin Jatim Adik Dwiputranto saat diskusi tentang tol laut di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Jumat (3/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan)
Amrozi Amenan / FER Jumat, 3 Juli 2020 | 22:17 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pengusaha pelayaran yang tergabung dalam Indonesia Shipowners' Association (Insa) Surabaya mengusulkan konsep tol laut diubah.

Baca Juga: Optimalisasi Muatan Tol Laut Butuh Sinergi Seluruh Pihak

Pasalnya, pemuatan barang tidak seharusnya hanya dilakukan dengan kontainer atau serba kontainer (containerize) seperti sekarang, melainkan juga dengan curah dengan kapal-kapal perintis untuk meningkatkan keterisian atau okupansi kapal.

Usulan Insa Surabaya itu disampaikan dalam diskusi dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim di Graha Kadin di Surabaya, Jumat (3/7/2020) petang.

Ketua Insa Surabaya, Stenvens Handry Lesawengen mengungkapkan, ide tol laut sejatinya sangat brillian untuk kemanfaatan masyarakat, yakni menghilangkan disparitas harga komoditas di daerah.

"Sayangnya, konsep tol laut yang sekarang diterapkan kurang tepat. Sehingga, kebijakan tol laut yang sudah berjalan selama hampir lima tahun masih jauh dari harapan pemerintah. Harga-harga komoditas tak berubah, dan disparitas harga masih terjadi," jelas Stevens.

Baca Juga: Pelaku Industri Pelayaran Berharap Stimulus

Di sisi lain, kata Stevens, kebijakan tol laut membawa dampak juga kepada perusahaan pelayaran dengan kapal-kapal kecil, yang nasibnya kembang kempis karena harus bersaing dengan kapal tol laut yang tarifnya bersubsidi. "Oleh karena itu, konsep tol laut sekarang pun harus diubah," tegasnya.

Menurut Stevens, konsep tol laut saat ini adalah konsep containerized, padahal jalur tol laut tidak perlu harus dengan kontainer, tetapi bisa juga dilakukan dengan curah karena kebutuhannya tidak selalu banyak.

"Analoginya begini, saya punya angkutan yang akan dibawa ke desa di Gresik atau Lamongan, yang tidak perlu bus yang besar dan hanya butuh bemo karena kebutuhannnya juga tidak besar. Ketika saya menyiapkan bus yang besar yang akan mengangkut ke sana, itu menjadi salah besar," terangnya.

Stenvens mengatakan, karena pemuatan barang harus dengan kontainer, tingkat keterisian kapal yang disediakan oleh pemerintah menjadi rendah. Untuk meningkatkan tingkat keterisian tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) telah mengeluarkan peraturan baru melalui Permendag Nomor 50/2020.

Baca Juga: Kemhub Jamin Distribusi Logistik Lewat Tol Laut

"Peraturan itu, menjadikan jenis barang yang bisa dimuat oleh kapal tol laut menjadi sangat banyak. Sekarang, semua barang hingga sandal jepit pun bisa diangkut dengan kapal tol laut,” tandasnya.

Dampak lain dari kebijakan itu adalah pengusaha pelayaran swasta dengan kapal perintis yang sebelumnya sudah kesulitan kini semakin tidak bisa bergerak dan susah bernapas karena harus bersaing dengan kapal tol laut yang mendapat subsidi pemerintah, bahkan untuk barang non-sembako.

"Kalau mematikan kami pengusaha pelayaran dengan fair itu masih bisa diterima, tetapi kalau dengan subsidi ya pasti kami akan mati," timpal salah satu pemilik kapal, Suwito Hartanto.

Karena itu, lanjut Stevens, pihaknya berharap pemerintah mau meninjau kembali konsep tol laut tersebut dan mengubahnya dengan melibatkan swasta. Apalagi sejauh ini, dengan alokasi anggaran cukup besar yang sudah dikeluarkan, ternyata harga barang di daerah tujuan ternyata tidak berubah.

Baca Juga: Kemhub Pastikan Kelancaran Distribusi Logistik

"Padahal tujuan konsep tol laut awalnya adalah untuk mengurangi disparitas harga di daerah-daerah terpencil, dan tidak terjangkau, dan yang seharusnya tidak membutuhkan kapal besar, cukup dengan kapasitas 1.000 GT," jelas Stevens.

Sementara itu, Ketua Kadin Jatim, Adik Dwiputranto mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi para pengusaha pelayaran tersebut. "Kami akan melakukan mediasi dengan seluruh stakeholder terkait," kata Adik.

 



Sumber: BeritaSatu.com