Pertamina EP Perketat Protokol Covid-19 di Poleng Field

Pertamina EP Perketat Protokol Covid-19 di Poleng Field
Kegiatan pengeboran lepas pantai (offshore) di Poleng Field, Jawa Timur. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Amrozi Amenan / FER Jumat, 3 Juli 2020 | 23:59 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Pertamina EP memperketat penerapan protokol Covid-19 disamping aspek keselamatan di Poleng Field, Jawa Timur, guna mencapai target kinerja 2020. Saat ini capaian kinerja berada di posisi 98 persen dari target KPI 2020.

Baca Juga: Tanggulangi Covid-19, Pertamina EP Libatkan Mitra Binaan

Direktur Utama Pertamina EP, Eko Agus Sardjono, meminta agar protokol terhadap Covid-19 dipatuhi secara ketat, terlebih Surabaya saat ini masih berstatus hitam untuk penyebaran virus Covid-19.

"Patuhi protokol Covid-19, jaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Yang paling penting dan wajib dilakukan juga adalah pakai masker, rajin cuci tangan dan terapkan physical distancing. Kalau tidak penting, lakukan meeting dengan virtual saja," kata Eko Agus saat kegiatan monitoring manajemen, management walktrough (MWT) secara virtual ke Poleng Field, Kamis (2/7/2020).

Manajeman Pertamina EP tetap melakukan kegiatan monitoring operasi ke lapangan di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan monitoring manajemen melalui MWT yang sebelumnya secara langsung ke area operasi kini dilakukan secara virtual sebagaimana dilakukan ke Poleng Field.

MWT virtual ini diikuti juga oleh SVP HSSE PT Pertamina (Persero) sekaligus Direktur Human Capital PT Pertamina Hulu Energi, Lelin Eprianto, VP Strategic Planning Risk Management PT Pertamina EP Asep Samsul Arifin, Asset 4 General Manager Agus Amperianto serta FM Poleng Field Rachmad Dwi Laksono serta manajemen Asset 4 dan Poleng Field.

Baca Juga: Pertamina Didorong agar Adaptif

Selain memperketat protokol kesehatan, Eko juga menekankan aspek keselamatan atau safety. "Tujuan kita bersama adalah peningkatan produksi dan zero zccident. Maintenance terhadap fasilitas produksi juga dijaga dan diterapkan HSSE Golden Rules," tandas Eko.

SVP HSSE Pertamina, Lelin Eprianto, menambahkan, terkait penyebaran pandemi Covid-19, paparan yang paling berisiko adalah dari luar.

"Maka ikuti protokol dengan ketat, dan covid ranger agar patroli lebih ketat. Untuk Surabaya, statusnya merah, maka untuk menghindarkan dari terkena Covid, GM Asset 4 bisa mengusulkan kepada Direktur Utama PEP agar pekerja Asset 4 full work from home (WFH). Hal ini adalah upaya human capital untuk memastikan keselamatan pekerja dari paparan Covid-19,” kata Lelin.

Menurut Lenin, aspek safety harus melekat menjadi budaya bagi setiap orang. "Safety number one. Maka lakukan pengamatan secara lebih jeli, dan tuangkan hasil pengamatan tersebut dalam Peka. Apabila peka sudah ditindaklanjut maka peluang terjadinya incident bahkan fatality bisa dihindari, sehingga zero LTI bisa tercapai," jelas Lelin.

Baca Juga: Lima Inovasi Pertamina EP Dapat Hak Paten

Lenin menegaskan, pekerja adalah aset yang paling utama untuk perusahaan, dan guna mendukung kelancaran operasi perusahaan, pihaknya akan mengoptimalkan proses internal di Pertamina untuk pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia serta mengakselerasi kinerja positif di Pertamina EP. "Ini adalah komitmen kami di human capital untuk mendukung kelancaran operasi. Jadi kebutuhan akan tenaga kerja bisa dilakukan dengan cepat," tandas Lenin.

Asset 4 General Manager, Agus Amperianto menyatakan, pihaknya telah menjalankan protokol Covod-19 secara ketat baik di operasional lapangan maupun kantor. Kantor Asset 4 telah mendapatkan predikat lokasi kantor yang bisa menerapkan WFO new normal dari SVP HSSE karena kelengkapan untuk normal baru sudah terpenuhi 100 persen.

"Sejalan dengan penerapan protokol Covid-19 secara ketat, zero accident, zero pollution, zero downtime dengan didukung tim yang baik juga tercapai," papar Agus.

Agus menambahkan, area Poleng Field memiliki 3 platform produksi yaitu BW, CW dan DW dengan total sumur yang sudah di bor sebanyak 28 sumur dengan 9 sumur produksi. Produksi Poleng saat ini mencapai 2.698 BOPD dan gas mencapai 4,9 MMSCFD. Capaian itu itu lebih tinggi dari awal alih kelola Poleng Field dari operator sebelumnya pada 2013 dengan rata-rata 2.030 BOPD.

Baca Juga: Konsumsi BBM Pertamina Naik 10%

"Alhamdulillah kami bisa mempertahankan bahkan meningkatkan produksi di Poleng Field dibandingkan ketika sebelum alih kelola dari operator sebelumnya. Saat ini capaian kinerja berada di posisi 98 persen dari target KPI 2020. Insyaallah di Semester II 2020 ini kami bisa memenuhi target tersebut," pungkas Agus.

 



Sumber: BeritaSatu.com