Harga Emas Flat Dibayangi Kenaikan Kasus Covid-19

Harga Emas Flat Dibayangi Kenaikan Kasus Covid-19
Ilustrasi emas. (Foto: Antara / Aprillio Akbar)
/ WBP Sabtu, 4 Juli 2020 | 09:45 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas sedikit berubah (flat) pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2020), karena kekhawatiran percepatan jumlah kasus virus corona (Covid-19) mengimbangi pemicu sentimen risiko data ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok yang positif.

Harga emas di pasar spot sebagian besar tidak berubah pada US$ 1.775,06 per ounce pada pukul (17.40 GMT), ketika sebagian besar pasar AS ditutup pada Jumat (3/7/2020) menjelang Hari Kemerdekaan pada 4 Juli.

Sementara kontrak emas berjangka paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun tipis US$ 2,70 atau 0,15 persen menjadi US$ 1.787,30 per ounce.

"Kebijakan pelonggaran bank sentral dan ketidakpastian seputar gelombang kedua (Covid-19) menopang harga emas," kata analis Bank of China International, Xiao Fu.

Ia menambahkan bahwa meskipun ada laporan pekerjaan AS yang positif, lebih banyak data diperlukan untuk menunjukkan ekonomi menguat.

Kasus virus corona terus meningkat secara global, dengan lebih dari 11 juta orang terinfeksi, sementara Amerika Serikat melaporkan jumlah kasus global baru setiap hari.

Meningkatnya ketegangan politik, lebih dari 75 anggota Kongres AS mengirim surat kepada Presiden Donald Trump mendesaknya membuat keputusan resmi tentang apakah perlakuan Tiongkok terhadap muslim Uighur dan kelompok lain merupakan kekejaman.

Tetapi kenaikan emas tertahan oleh data yang menunjukkan pemulihan di sektor jasa Tiongkok dan rekor penambahan pekerjaan ke ekonomi AS pada Juni.



Sumber: ANTARA