Ditjen Darat Kemhub Bangun 3 Kapal Patroli SDP

Ditjen Darat Kemhub Bangun 3 Kapal Patroli SDP
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub, Budi Setiyadi, melakukan peletakan lunas tiga unit kapal patroli multipurpose di galangan Kapal PT Tri Ratna Diesel, Paciran, Lamongan pada Sabtu (4/7). (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Kemhub)
Thresa Sandra Desfika / FER Minggu, 5 Juli 2020 | 17:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemhub) untuk pertama kalinya membangun kapal patroli multipurpose sebanyak 3 unit pada tahun 2020 ini.

Baca Juga: Pengusaha Pelayaran Usulkan Konsep Tol Laut Diubah

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 122 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan, maka fungsi penyelenggaraan fungsi pelayaran keselamatan dan keamanan pelayaran sungai, danau, penyeberangan (SDP) yang sebelumnya diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kini telah dialihkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat c.q Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP).

"Hal ini pasti menjadi tantangan baru bagi Ditjen Perhubungan Darat untuk mempersiapkan sarana, prasarana, regulasi, SDM, dan kelembagaannya. Dengan ini saya juga meminta peran serta semua pihak di lingkungan Ditjen Perhubungan Darat khususnya Direktorat TSDP untuk saling bekerja sama dalam percepatan pelaksanaan fungsi keselamatan dan keamanan TSDP agar dapat dilaksanakan sepenuhnya serta masyarakat dapat merasakan manfaatnya," kata Budi dalam keterangannya, Minggu (5/7/2020).

Menurut Budi, dengan adanya kesiapan keamanan dan keselamatan yang dilakukan dapat menjadi solusi dalam menjawab permasalahan yang terus meningkat.

"Mengenai kesiapan keamanan dan keselamatan juga harus disertai dengan meningkatkan pelayanannya agar masyarakat tetap merasa aman, nyaman, dan selamat guna mendukung percepatan pertumbuhan sektor ekonomi, terutama konektivitas wilayah, distribusi logistik dan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN),” tambah Budi.

Baca Juga: Muatan Barang Pelni Naik 300%

Ketiga kapal patroli yang akan dibangun ini rencananya akan digunakan untuk Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VII Sumatera Selatan- Bangka Belitung (kapal ukuran 12 meter), Wilayah XVII Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (kapal ukuran 12 meter), serta Wilayah XXIV Maluku Utara (kapal ukuran 17 meter).

“Saya rasa kita harus banyak belajar dari kecelakaan kapal di Danau Toba. Semoga hal tersebut dapat menjadi pemicu kita untuk melakukan perubahan dan mendampingi operator maupun masyarakat yang terbentang luas di wilayah Indonesia yang sebagian besar perairan,” jelasnya.

Budi menegaskan, keselamatan pelayaran SDP adalah hal yang utama. Pihaknya harus terus belajar dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta dapat berkoordinasi dengan baik termasuk cara penanganan kecelakaan di ranah SDP.

"Tugas yang diemban ini tidaklah ringan, namun saya yakin dan percaya dengan kerja keras, koordinasi, dan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, hal tersebut dapat kita wujudkan secara bersama-sama,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com