Lion Air Tak Perpanjang Kontrak 2.600 Karyawan

Lion Air Tak Perpanjang Kontrak 2.600 Karyawan
Ilustrasi Lion Air. (Foto: Antara)
Thresa Sandra Desfika / FMB Senin, 6 Juli 2020 | 12:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lion Air Group melakukan pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang, yaitu kurang lebih 2.600 orang dari total karyawan sekitar 29.000 orang.

Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran, dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19.

"Bukan pemutusan hubungan kerja (PHK), tapi pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang yaitu kurang lebih 2.600 orang dari total karyawan kurang lebih 29.000," kata Danang saat dihubungi, Senin (6/7).

Baca juga: Lion Air Grup Kurangi Jumlah Karyawan

Dia menambahkan, Lion Air Group sedang berada di masa sulit dan menantang akibat Covid-19 yang memberikan dampak luar biasa dan penuh ketidakpastian.

Selain itu, Lion Air Group melakukan pembicaraan bersama mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan penghasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai persentase bervariasi, semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya. Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni 2020 sampai waktu yang belum ditentukan (pemberitahuan lebih lanjut).

"Lion Air Group berencana, apabila di waktu mendatang kondisi perusahaan kembali pulih dan lebih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan dimaksud (yang tidak diperpanjang kontrak kerja) akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group," imbuh Danang.



Sumber: BeritaSatu.com