Maskapai Harapkan Stimulus Biaya Parkir Pesawat

Maskapai Harapkan Stimulus Biaya Parkir Pesawat
Sejumlah petuagas melakukan aktifitas bongkar muat pesawat di Bandara Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, 2 Desember 2017. (Foto: Antara / Ahmad Subaidi)
Thresa Sandra Desfika / FER Selasa, 7 Juli 2020 | 16:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyebutkan maskapai penerbangan masih mengharap stimulus berupa pembiayaan parkir pesawat yang tidak beroperasi akibat pandemi Covid-19 serta pembiayaan rapid test bagi calon penumpang pesawat udara. Stimulus tersebut, diyakini dapat turut mendorong pemulihan pariwisata, khususnya untuk akses melalui transportasi udara.

Baca Juga: KAI Harap Kemhub Relaksasi Batas Isian KRL

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub, Novie Riyanto menjelaskan, dalam rangka dukungan pemulihan pariwisata melalui angkutan udara, pemerintah sudah memberikan beberapa kemudahan bagi maskapai dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

"Pertama, penyesuaian pengendalian sistem operasional, antara lain pengangkutan kargo menggunakan pesawat penumpang, peningkatan pembatasan daya angkut penumpang atau load factor di atas 70 persen, pemberian perpanjangan sementara pelayanan lisensi personil perawatan dan pengoperasian pesawat udara," ungkap Novie dalam rapat dengar pendapat Komisi X DPR di Jakarta, Selasa (7/7).

Baca Juga: Kemhub Akan Evaluasi Kebijakan Tiket Pesawat

Selain itu, lanjut Novie, Kemhub juga telah memberikan relaksasi terkait pendapatan negara bukan pajak (PNBP) berupa penetapan kembali jatuh tempo PNBP bagi maskapai. "Ketiga, relaksasi stimulus insentif PPh pasal 21, pasal 23, dan pasal 25 sesuai peraturan menteri keuangan," imbuh Novie.

Namun demikian, Novie mengungkapkan, operator penerbangan masih mengharapkan dukungan lain, berupa pembiayaan parkir pesawat yang tidak beroperasi akibat pandemi Covid-19 dan pembiayaan rapid test kepada calon penumpang pesawat udara. Sumber dana yang diusulkan untuk dukungan tersebut bisa berasal dari pemanfataan stimulus pariwisata untuk diskon tarif pesawat udara yang tidak jadi dilaksanakan.

Baca Juga: Calon Penumpang Pesawat Wajib Tunjukkan Rapid Test

"Selain itu, operator penerbangan mengharapkan perubahan sementara sistem deposit pembelian avtur menjadi sistem kuota," ucap Novie Riyanto.



Sumber: BeritaSatu.com