Phapros Salurkan Dana Kemitraan UMKM Rp 1,9 Miliar

Phapros Salurkan Dana Kemitraan UMKM Rp 1,9 Miliar
Ilustrasi UMKM. (Foto: Antara)
Leonard AL Cahyoputra / FER Selasa, 7 Juli 2020 | 22:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Phapros Tbk (Phapros) menyalurkan dana kemitraan senilai Rp 1,9 miliar dimana salah satunya tersalurkan ke pengusaha minuman sirup parijoto yang meraup omzet sampai Rp 150 juta per bulan di masa pandemi Covid-19.

Dana tersebut, merupakan bagian dari progam kemitraan dimana anak usaha dari PT Kimia Farma Tbk itu memberikan dukungan modal kerja kepada pengusaha sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Corporate Secretary Phapros, Zahmilia Akbar mengatakan, dana kemitraan merupakan dana bergulir yang diperuntukkan bagi pengembangan UMKM yang juga merupakan skakeholder perusahaan. Selama ini dana program kemitraan perseroan masuk kategori lancar.

"Artinya, mitra binaan yang mendapatkan dana ini mampu mengembangkan bisnis dengan tetap memenuhi kewajiban pembayaran cicilan tepat waktu. Kami juga menyalurkan dana bina lingkungan senilai Rp 1,6 miliar," kata Zahmilia dalam keterangan persnya kepada Beritasatu.com, Selasa (7/7/2020).

Zahmilia menerangkan, salah satu pengusaha UMKM yang berhasil melalui fase krisis saat pandemi Covid-19 adalah Triyanto, seorang warga Kudus yang juga merupakan mitra binaan PhaprosTbk. "Bapak Triyanto merupakan pengusaha sirup parijoto atau medinilla speciosa mitra binaan perseroan. Buah Parijoto ini merupakan olahan tanaman endemik di Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah,” tegas Zahmilia.

Sementara itu, Triyanto menjelaskan, pengelolaan buah parijoto ini mulai dilakoninya sejak 2015. Awalnya dia hanya memanfaatkan peluang yang ada, dimana tempat tinggalnya buang parijoto jumlahnnya sangat banyak dan harganya bisa melonjak tinggi bila di musim kemarau mencapai Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per tangkainya.

"Karena rasanya yang kurang enak jika dimakan langsung, saya kemudian mulai mengolahnya menjadi sirup pada tahun 2015 dan dijual dalam skala kecil,” ujar pria yang juga memiliki hobi fotografi ini.

Triyanto menambahkan, pihaknya menggunakan strategi pemasaran online dan membentuk agen-agen resmi di beberapa wilayah Indonesia untuk mengenalkan produknya.

"Saya lebih aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat sehingga mereka tertarik untuk menjadi agen atau reseller. Pada saat pameran pun, ketika orang lain mencari konsumen, saya malah berpromosi untuk mencari agen atau reseller baru. Saat itu pikirian saya sederhana, yakni bagaimana saya mempertahankan kelangsungan produk ini di masa depan," pungkas Triyanto.



Sumber: BeritaSatu.com