Logo BeritaSatu

PT KAI Ajukan Dana Talangan Rp 3,5 Triliun untuk Modal Kerja

Rabu, 8 Juli 2020 | 17:56 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajukan dana talangan pemerintah senilai Rp 3,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, KAI membutuhkan pendanaan sebesar Rp 3,5 triliun untuk mendanai biaya operasional agar arus kas akhir operasional tetap positif.

"Setelah dilakukan efisiensi operasional terhadap proyeksi arus kas yang telah disesuaikan dengan skenario akibat Covid-19, KAI masih membutuhkan pendanaan sebesar Rp 3,5 triliun untuk menjaga arus kas operasional positif di tahun 2020," kata Didiek dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Dia melanjutkan, secara rinci dana talangan Rp 3,5 triliun direncanakan untuk biaya perawatan sarana perkeretaapian Rp 680 miliar, perawatan prasarana termasuk bangunan Rp 740 miliar, pemenuhan biaya pegawai Rp 1,25 triliun, biaya bahan bakar Rp 550 miliar, dan pendukung operasional lainnya Rp 280 miliar.

"Ini komponen terbesar untuk biaya pegawai 36 persen, 21 persen untuk perawatan sarana, 19 persen untuk perawatan sarana, biaya bahan bakar 16 persen, dan pendukung operasional lainnya 8 persen," imbuh Didiek.

Dia menerangkan, dana talangan untuk biaya pegawai sebesar Rp 1,25 triliun karena secara grup, KAI mempekerjakan 46.000 pegawai, yakni 30.000 pegawai di induk usaha dan di enam anak usaha sebanyak 16.000 pekerja.

"Kami tidak akan mengambil kebijakan PHK dan pemotongan gaji sehingga kami memerlukan likuiditas sekitar Rp 1,25 triliun untuk membiayai pegawai," ucap Didiek.

Didiek menuturkan, dana talangan ini diharapkan diberikan dalam bentuk instrumen soft loan dengan bunga rendah 2-3 persen dan jatuh tempo di atas tujuh tahun.

Menurut dia, pertimbangan instrumen soft loan lain, antara lain karena jangka waktu pelunasan pokok yang cukup panjang, bisa memberikan KAI waktu untuk dapat kembali pada kapasitas optimalnya; pada tahun 2022 perusahaan memiliki obligasi jatuh tempo sebesar Rp 1 triliun sementara pada tahun 2021 diperkirakan dalam tahap recovery; beban bunga pinjaman untuk pemenuhan modal kerja tahun 2020 dapat membatasi kemampuan pemulihan perusahaan; dan mempertimbangkan kemampuan operasional KAI setelah 2024.

"Strukturnya nanti kami akan mengajukan soft loan kepada Kementerian Keuangan. Dalam hal ini, Kementerian Keuangan menunjuk lembaganya apakah SMI, LPII, atau Penjaminan Indonesia sehingga jumlahnya Rp 3,5 triliun," terang Didiek.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 
KAI
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

OJK Perluas Akses Keuangan di Daerah Melalui TPAKD

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses keuangan masyarakat di daerah, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

EKONOMI | 29 September 2022

Ini Asumsi Makro APBN 2023 yang Disepakati Pemerintah dan DPR

Defisit APBN 2023 disepakati sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84% dari total PDB 2023 yang mencapai Rp 21.037 triliun.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Beberkan Bukti APBN Sudah Dikelola Efektif

Sri Mulyani menegaskan, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menjaga defisit APBN relatif rendah dan menurun secara cepat.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Sebut Risiko Resesi Makin Rumit, Seperti Apa?

Menurut Sri Mulyani, inflasi yang sangat tinggi telah mendorong respons kebijakan moneter terutama di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.

EKONOMI | 29 September 2022

Tangani Sampah Makanan, NFA Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menyerukan kolaborasi lintas sektoral untuk penanganan sampah makanan atau food waste di Indonesia.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Minta Multifinance Lebih Hati-hati Menyongsong 2023

Hampir semua indikator perekonomian global dan domestik berpotensi menurun, sehingga berdampak pada stabilitas dan pertumbuhan industri multifinance.

EKONOMI | 29 September 2022

Jasa Agen Asuransi Sumbang PPN Rp 36 Miliar Per Agustus 2022

Founder Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) Wong Sandy Surya menjelaskan, sejak 2009 komisi agen asuransi dikenakan PPh 50%.

EKONOMI | 29 September 2022

Miris, Sampah Makanan Indonesia Capai 48 Juta Ton Per Tahun

Timbunan sampah makanan atau food loss and waste di Indonesia mencapai 48 juta ton per tahun, yang berasal dari lima tahap rantai pasok pangan.

EKONOMI | 29 September 2022

Krisis Inggris, Sri Mulyani: APBN Kuat Jadi Shock Absorber

Sri Mulyani Indrawati menegaskan, APBN harus kuat agar bisa menjalankan fungsinya sebagai peredam guncangan atau shock absorber.

EKONOMI | 29 September 2022

Brand Finance Beri Penghargaan Top 100 Most Valuable Brands 2022

Sebanyak 100 perusahaan meraih penghargaan "Top 100 Most Valuable Brands 2022" yang diberikan oleh Brand Finance.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Apa Itu KDRT? Lakukan Ini Jika Anda Terjebak di Dalamnya

Apa Itu KDRT? Lakukan Ini Jika Anda Terjebak di Dalamnya

LIFESTYLE | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings