Pemerintah Perbaiki Jaringan Irigasi untuk Food Estate di Kalteng

Pemerintah Perbaiki Jaringan Irigasi untuk Food Estate di Kalteng
Ilustrasi irigasi. (Foto: Dok Kempupera)
Muawwan Daelami / WBP Jumat, 10 Juli 2020 | 13:19 WIB

Pulang Pisau, Beritasatu.com - Pemerintah mulai memperbaiki jaringan irigasi di lahan potensial seluas 165.000 hektare (ha) yang merupakan kawasan aluvial, bukan gambut, pada lahan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG). Penyediaan air dinilai menjadi kunci program pengembangan food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Setelah memastikan ketersediaan air irigasi, Kempupera akan melengkap dengan teknologi pertanian," kata Menpupera Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Jumat (10/7/2020).

Untuk itu, lanjut Basuki, Kempupera akan lebih fokus pada lahan yang jaringan irigasinya sudah tersedia. Dia melihat, jaringan irigasi sudah intensif di masing-masing blok sawah. Untuk yang tidak terpelihara, akan dilakukan perbaikan dan pembersihan (land clearing) tanpa perlu mencetak ulang sawah dan menyentuh lahan gambut dan hutan.

Dari total 165.000 hektare lahan potensial, seluas 85.500 hektare merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya dan 79.500 hektare sisanya berupa semak belukar.

Basuki memperkirakan anggaran yang dibutuhkan khusus untuk peningkatan irigasi sebesar Rp 2,9 triliun di tahun 2021 dan 2022.

Baca juga: Presiden Tinjau Food Estate dan Posko Penanganan Covid-19 di Kalteng

Sementara dalam perjalanan menuju lokasi pengembangan lumbung pangan nasional di Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Basuki juga meninjau pekerjaan rehabilitasi daerah irigasi Rawa Tahai, Kabupaten Pulang Pisau.

Menurut Jokowi, lumbung pangan sudah mulai dikerjakan. Dalam dua minggu ini, pemerintah akan mengerjakan irigasi dan sekitar 30.000 hektare ditargetkan dikerjakan tahun ini.

Dalam waktu 1,5 sampai maksimal 2 tahun, pemerintah berencana menambah 148.000 ha baik di Kabupaten Pulang Pisau maupun Kabupaten Kapuas. Pengembangan food estate menurut Jokowi merupakan tindak lanjut dari peringatan organisasi pangan dunia (FAO) yang memprediksi akan terjadi krisis pangan.

"Kita harapkan cadangan strategis pangan ini betul-betul bisa diatur kalau kebutuhan pangan dalam negeri kekurangan, maka akan disuplai dari sini, entah itu padi, singkong, jagung, atau cabai," kata Presiden.



Sumber: BeritaSatu.com