Pakar Ekonomi: Omnibus Law Kunci Tarik Investasi dan Buka Lapangan Kerja

Pakar Ekonomi: Omnibus Law Kunci Tarik Investasi dan Buka Lapangan Kerja
Laskar Sasak mengelar aksi sosial untuk memberikan dukungan kepada pemerintah atas upaya pembuatan Rancangan upaya pembuatan Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di Mataram. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Siprianus Edi Hardum / EHD Sabtu, 11 Juli 2020 | 07:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dinilai membutuhkan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law yang mengatur kemudahan investasi dan membuka lapangan kerja. Kemudahan investasi diperlukan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya agar ekonomi Indonesia segera bangkit dari krisis.

Pakar ekonomi Djisman Simandjuntak, mengatakan, Indonesia memerlukan pertumbuhan lapangan kerja yang luar biasa besar untuk bangkit dari krisis akibat Covid-19. Untuk itu, diperlukan investasi yang sangat besar pula.

Untuk menarik investasi, kata Djisman, dibutuhkan regulasi yang mengatur kemudahan bagi investasi seperti RUU Cipta Kerja. "Perubahan kebijakan ini dibutuhkan untuk memperbaiki ekonomi Indonesia," kata Djisman, Jumat (10/7/2020).

Untuk memperbaiki ekonomi Indonesia yang tengah terpuruk, memang tidak mudah. Terlebih, perekonomian global saat ini juga terpukul akibat pandemi.

Karena itu, kata Djisman, DPR, pemerintah, serta lembaga ekonomi harus duduk bersama membicarakan RUU Cipta Kerja yang diyakini dapat menggerakan investasi, ekspor, dan memberi kelonggaran bagi pelaku investasi.

Rektor Univesitas Prasetya Mulya ini menambahkan, perbaikan aturan agar tidak tumpang tindih dan menghambat investasi harus segera dilakukan. Dengan begitu, penciptaan lapangan kerja dapat semakin meningkat.

"Penciptaan lapangan kerja secara besar-besaran tidak mungkin terjadi tanpa ekspansi perdagangan internasional. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan kebijakan untuk meluncurkan era baru dalam kebijakan ekonomi Indonesia," kata Djisman.

 



Sumber: BeritaSatu.com