Hipmi Minta Koperasi Produktif Lebih Digalakkan
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

HUT Ke-17 Koperasi

Hipmi Minta Koperasi Produktif Lebih Digalakkan

Minggu, 12 Juli 2020 | 15:13 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Koperasi dan UMKM Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Rano Wiharta menilai asas kekeluargaan yang menjadi tujuan dibentuknya koperasi saat ini mulai kehilangan ruh-nya. Koperasi simpan pinjam dalam beberapa tahun terakhir ini memang masih memperlihatkan geliatnya. Tetapi khusus untuk koperasi sektor riil atau produktif, perkembangannya dinilai lamban.

Karenanya, di moment Hari Koperasi ke-73 ini, Rano berharap pemerintah lebih menggalakkan lagi koperasi yang sifatnya lebih produktif, misalnya koperasi nelayan, kopersi pengrajin, koperasi petani, koperasi pekebun, dan lain sebagainya.

“Kopersi simpan pinjam perkembangannya lebih pesat. Ini patut disyukuri, meskipun ini lebih mendorong sifat yang konsumtif dan bukan produktif seperti koperasi pengrajin, koperasi nelayan, koperasi petani, dan lain-hal. Koperasi produktif ini sekarang tidak berjalan dengan baik. Orang-orang sekarang lebih memilih yang konsumtif, yang justru membuat koperasi simpan pinjam berkembang liar,” kata Rano Wiharta kepada Beritasatu.com, Minggu (12/7/2020).

Perihal anggapan bahwa koperasi belum memberikan kesejahteraan rakyat, di mana salah satu indikatornya adalah Sisa Hasil Usaha (SHU) yang tergolong minim, menurut Rano hal ini terjadi akibat kesadaran anggota dalam mengembangkan koperasi yang juga masih sangat minim.

Di sisi lain, koperasi simpan pinjam juga menghadapi tantangan dari perbankan. Apalagi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan juga sudah lebih mudah dijangkau.

“Koperasi simpan pinjam memang sempat booming sekitar 3 tahun lalu, walaupun sebenarnya bunganya lebih tinggi dibandingkan bunga bank. Ketika mulai ada KUR masuk di desa-desa, lalu bank punya cabang kecil di daerah, koperasi simpan pinjam juga mulai tergerus. Apalagi KUR juga sudah mulai mudah dengan bunga yang lebih bersahabat, sehingga membuat koperasi simpan pinjam saat ini bleeding juga, berdarah-darah dan banyak yang akhirnya gulung tikar,” kata Rano.

Yang juga menurutnya sangat penting adalah terkait sosialisasi koperasi yang dinilai Rano sudah mulai berkurang. Padahal beberapa tahun lalu setiap sekolah memiliki koperasi sebagai sarana belajar bagi para siswa mengenai konsep koperasi.

“Koperasi harus lebih disosialisasikan lagi kepada generasi muda. Koperasi di tingkat sekolah harus dihidupkan kembali, sehingga anak-anak muda kita bisa diajarkan bagaimana berkembang dengan koperasi,” kata Rano.

Tetapi meskipun tantangan yang dihadapi koperasi di Indonesia cukup berat, Rano tetap optimistis dengan masa depan koperasi. “Bila pemerintah serius, saya optimis koperasi bisa lebih baik. Makanya harus ditanamkan dari usia dini untuk memperkenalkan koperasi,” kata Rano.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiga Faktor Koperasi di Indonesia Belum Berkembang Signifikan

Masyarakat pandang rendah koperasi buat koperasi tak maju.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Faisal Basri: Bantuan Berbentuk Sembako Bisa Matikan Usaha Kecil

Menurut Faisal, sebaiknya bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada masyarakat

EKONOMI | 12 Juli 2020

Defiyan Cori: Tidak Benar Koperasi di Indonesia Tidak Sejahterakan Anggota

Koperasi selalu sejahterakan anggotanya.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Apindo: Omnibus Law Angin Segar bagi Investor dan Para Pencari Kerja

Apindo minta RUU Cipta Segera disahkan jadi UU.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Teten Masduki: Tahun 2020–2024 , Kemkop dan UKM Lakukan Modernisasi Koperasi

Lima Tahun ke depan Kemkop dan UKM Lakukan Modernisasi Koperasi.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Gempa Bumi dan Covid-19, Ini Suka Duka Usaha di Palu

Asosiasi Tenun Donggala mengeluh karena bank terus saja datang menagih.

NASIONAL | 12 Juli 2020

BMKG Prediksi Mayoritas Jakarta Cerah dan Berawan

Sementara Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur hujan cenderung cerah.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Pemerintah Terbitkan PP untuk Perkuat Sektor Konstruksi

Sektor konstruksi berkualitas dan kuat secara otomatis dapat menjamin kesejahteraan masyarakat.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Kempupera Bangun Rusun Santri di Babel Senilai Rp 3,18 Miliar

Rusun santri tersebut rencananya akan dibangun setinggi dua lantai.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Diamond Citra Propertindo Pilih Bertahan di Tengah Pandemi

Diamond Citra Propertindo tidak menghentikan aktivitas penjualan dan pembangunan proyek middle to low rise apartemen yang bernama Apple Residence.

EKONOMI | 11 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS