OPEC+ Berencana Kurangi Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Jatuh

OPEC+ Berencana Kurangi Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Jatuh
Ilustrasi eksplorasi minyak lepas pantai. (Foto: AFP)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 14 Juli 2020 | 07:53 WIB

Beritasatu.com - Harga minyak mentah dunia pagi ini, Selasa (14/7/2020) terpantau melemah. OPEC+ minggu ini akan mengadakan pertemuan untuk membahas pengurangan produksi minyak. Rencananya, pengurangan produksi minyak akan dilonggarkan setelah permintaan akan emas hitam itu meningkat.

Harga minyak mentah WTI turun 1,5 persen ke US$ 39,5 per barel, sementara jenis Brent turun 1,31 persen ke US$ 42,15 per barel.

Akibat pandemi Covid-19, OPEC+ memangkas produksi minyak sebesar 9,7 juta barel per hari. Pemangkasan itu tadinya akan mulai dikurangi mulai bulan ini, tetapi negara-negara anggota OPEC+ akhirnya setuju untuk memperpanjang periode pemangkasan karena kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

Pemangkasan produksi sebesar 9,7 juta bph akan berlangsung hingga akhir bulan. Rapat OPEC+ Rabu ini akan membahas pengurangan pemangkasan produksi sebesar 2 juta bph menjadi 7,7 juta bph, sebagaimana diusulkan Arab Saudi.

Bloomberg melaporkan bahwa sejumlah delegasi OPEC+, termasuk Rusia, cenderung setuju untuk melonggarkan pemangkasan produksi. Pemangkasan produksi OPEC+ telah berhasil membuat harga minyak rebound ke kisaran US$ 40 per barel. Namun, timbul kekhawatiran apakah pasar sudah siap menyerap produksi minyak.

Menurut analis minyak Rystad Energy, Louise Dickson, menyeimbangkan antara permintaan pasar dengan persediaan minyak adalah hal yang sulit.

"Kecepatan pemulihan ekonomi sulit diprediksi, pelonggaran pemangkasan produksi yang prematur dapat membuat harga minyak jatuh lagi," kata Dickson.

Di sisi lain, riset Commerzbank bertaruh bahwa pasar minyak akan mengalami defisit persediaan, sehingga besar kemungkinan OPEC+ dalam rapat Rabu besok akan memutuskan untuk memangkas produksi secara bertahap sebesar 2 juta bph mulai Agustus.



Sumber: Oilprice.com