APPSI: Nasib 60 Juta UMKM Bergantung pada RUU Cipta Kerja

APPSI: Nasib 60 Juta UMKM Bergantung pada RUU Cipta Kerja
Andi Gani Nena Wea (kedua kanan) mewakili Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menyatakan kekecewaannya kepada DPR karena tetap melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) "Omnibus Law" Cipta Kerja. (Foto: Istimewa)
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 15 Juli 2020 | 17:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja kalau sudah menjadi UU dinilai menjadi modal besar Indonesia dalam menarik investasi dan membuka lapangan kerja pasca pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sarman Simanjorang mengatakan, dampak wabah covid-19 telah memporakporandakan perekonomian nasional dan global.

Karenanya, Indonesia butuh formula untuk bangkitkan ekonomi pasca pandemi. "Tentu salah satu modal besar kita adalah Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja," kata Sarman, Rabu (15/7/2020).

Sarman mengatakan, klaster UMKM dalam RUU Cipta Kerja adalah salah satu yang sangat strategis karena menyangkut nasib 60 juta pelaku UMKM yang saat ini terpuruk akibat Covid-19.

"Kita ingin pasca Covid-19, nasib UMKM dapat semakin jelas dan pasti sehingga aktivitas usahanya dapat berlari kencang untuk mendukung percepatan pemulihan perekonomian kita," kata Sarman.

Kluster terkait penyederhanaan perizinan dan persyaratan investasi, kemudahan berusaha, juga dinilai Sarman strategis. Dia berharap berbagai kendala investasi bisa terjawab dengan RUU Cipta Kerja sehingga arus investasi yang masuk ke tanah air semakin deras dan mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kita menaruh harapan besar terhadap RUU Cipta Kerja ini untuk dapat menjawab tantangan perekonomian global yang diperkirakan tumbuh minus di tahun 2020 ini dan perekonomian nasional yang diperkirakan turun drastis," kata Sarman.

 



Sumber: BeritaSatu.com