RI Perlu Manfaatkan Teknologi Negara Maju untuk Hasilkan Lompatan Inovasi

RI Perlu Manfaatkan Teknologi Negara Maju untuk Hasilkan Lompatan Inovasi
Chairman PT. Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono. (Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 23 Juli 2020 | 20:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai salah satu upaya untuk memajukan teknologi industri di Tanah Air, pemerintah dan dunia usaha perlu bersinergi untuk mengembangkan lompatan inovasi dengan memodifikasi dan memanfaatkan dari negara maju.

Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan, untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) Indonesia harus menggerakkan ekonominya dari eficency driven menjadi innovation driven. "Itulah yang sering kita dengar ekonomi berbasis inovasi,” ujar dia dalam webinar bertema “Memanfaatkan Teknologi Negara Maju Untuk Melakukan Lompatan Inovasi Jauh ke Depan” di Jakarta seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Kamis (23/7/2020).

Dia berharap para pelaku industri dapat memanfaatkan inovasi dari negara maju sehingga industri di Tanah Air bisa bangkit dan bersaing di level global.

Baca juga: Bangga, Anak Bangsa Produksi Sembilan Inovasi Alkes untuk Penanganan Covid-19!

Dalam kesempatan yang sama Chairman PT Jababeka Tbk (KIJA) Setyono Djuandi Darmono mengatakan, di dalam kawasan ekonomi khusus, atau kawasan industri di Cikarang, Jababeka, ada lebih 30 negara yang berinvestasi di perusahaan multinasional. "Mereka membawa teknologi-teknologi dari negara maju yang akan lebih cepat untuk dioperasikan, kita contoh, dan modifikasi,” kata dia.

Ketua Dewan Riset Nasional Bambang Setiadi menambahkan untuk menjadi negara maju kuncinya adalah inovasi. "Kalau melihat dari sebuah rumus, inovasi adalah intensifikasi dan komersialisasi," kata dia.

Acara ini kerja sama President Executive Club dengan Mercantile Athletic Club, PT Jaya Mitra Kemilau, dan President University. Dimoderatori Rektor President University Jony Oktavian Haryanto webinar ini turut diisi panelis Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Satryo Soemantri Brodjonegoro, Senior Advisor Ernst & Young dan Ketua Ikatan Ahli Perancang (IAP) Indonesia Bernardus R. Djonoputro hingga Kristanto Santosa. Acara ini juga turut dihadiri perwakilan Deputi III Kantor Staf Kepresidenan Alif Timur Ghifari.



Sumber: BeritaSatu.com