Turnamen Sepakbola Dipastikan Berlanjut

Turnamen Sepakbola Dipastikan Berlanjut
Pemain dan offisial tim Mitra Kukar merayakan kemenangan usai menjuarai Piala Jenderal Sudirman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (24/1). Mitra Kukar keluar sebagai juara usai mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-1. ( Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 26 Januari 2016 | 11:23 WIB

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) memastikan turnamen sepakbola berlanjut usai Piala Jenderal Sudirman. Diketahui ada enam turnamen yang siap digulirkan di tahun 2016 ini.

Juru bicara Kempora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan, jadwal yang diajukan oleh penyelenggara turnamen tersebut cukup berdekatan. Ada 5 turmanen yang rencananya akan digelar pada Februari dan Maret 2016. Oleh karena itu, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Tim Transisi, segera melakukan koordinasi untuk membuat jadwal, agar tidak bentrok turnamen tersebut.

Lima turnamen yang akan digelar yakni Piala Bhayangkara, Piala Gubernur Kaltim, Piala Bung Karno, Marah Halim Cup, dan menuju kompetisi independen.

"BOPI dan Tim Transisi tidak ingin turnamen itu bentrok, sehingga mereka akan melakukan penyesuaian jadwal. Sebab tim peserta dan pemain yang ikut sebenarnya tidak jauh dari itu-itu saja," kata Gatot, Selasa (26/1).

Menurut Sekretaris Tim Transisi itu, nantinya jumlah peserta dalam setiap turnamen tidak sama. Itu guna melindungi pemain dan tim dan juga menjaga agar pertandingan tetap berkualitas dan ada penontonnya. Namun jadwal turnamen bisa berubah ketika kompetisi berjalan.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan, pemerintah akan terus menggelar banyak kompetisi setelah keberhasilan Piala Presiden, Piala Merdeka, dan Piala Jenderal Sudirman. Setelah itu baru digelar liga. Beberapa turnamen ke depan sudah disiapkan untuk melanjutkan gaung turnamen sebelumnya.

Menurutnya, bahwa sebelum kompetisi atau liga sesungguhnya bergulir pada 2016 ini, pihaknya harus menyiapkan terlebih dulu turnamen yang menuju ke sana. Tujuannya, agar kompetisi semakin siap, tim-tim peserta juga semakin matang.

"Nanti ada rangkaian turnamen sebelum ada liga atau kompetisi. Jadi, kami sudah atur Februari ini ada beberapa turnamen, baru kompetisi independen yang diikuti klub profesional dan amatir," katanya dari siaran tertulis yang diterima.

Semua turnamen yang sudah digelar itu nantinya akan dievaluasi sehingga memberi masukan pada pemerintah lebih baik. Terpenting, ada kenyamanan dari peserta dan pemain merasa aman. Dengan itu dipastikan kompetisi 2016 pasti bergulir, tapi tidak berada di bawah PSSI, melainkan independen.

“Untuk saat ini, belum ada keputusan terkait nasib PSSI. Masa depan PSSI, kami tunggu hasil Kongres FIFA. Karena itu sejauh ini kami masih fokus untuk menggelar kompetisi sepakbola, karena sebagai pemersatu bangsa. Hal itu sudah terbukti dengan adanya sportivitas dan fairplay,” tutup dia.

Sumber: Suara Pembaruan