Polisi Diusulkan Bentuk Unit Tangani Pengaturan Pertandingan

Polisi Diusulkan Bentuk Unit Tangani Pengaturan Pertandingan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersam Kasatgas Antimafia bola dan Wakasatgas Anti Mafia Bola bertemu dengan sejumlah manajer klub. ( Foto: istimewa )
Bayu Marhaenjati / BW Jumat, 15 Maret 2019 | 23:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polri diusulkan membentuk unit khusus yang menangani praktik match fixing (pengaturan pertandingan) dan suap, di dunia olahraga. Sebab, kasus pengaturan pertandingan bukan hanya terjadi dalam sepak bola, tetapi juga di cabang olahraga lainnya.

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali berharap, unit kerja khusus itu nantinya bekerja seperti Satgas Antimafia Bola yang sudah dibentuk saat ini dalam mengatasi mafia di sepakbola Indonesia.

"Saya harap ada unit khusus di kepolisian untuk menangani match fixing dan suap di olahraga, seperti yang dilakukan Satgas Antimafia Bola saat ini," ujar Akmal Marhali, dalam diskusi bertajuk, "Libas Habis Mafia Bola", di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/3/2019).

Dikatakan Akmal Marhali, praktik pengaturan pertandingan bukan hanya terjadi dalam laga sepakbola, tetapi juga di cabang olahraga lainnya.

Menurut Akmal Marhali, ada beberapa contoh terjadinya praktik pengaturan skor yang terjadi di liga olahraga lainnya. "Saya menduga di olahraga lainnya hal ini juga terjadi. Karena itu sudah sebaiknya ada unit khusus untuk menangani hal ini yang dibentuk secara tetap di kepolisian," katanya.

Akmal menuturkan, selain penegakan hukum, unit khusus itu diharapkan bisa melakukan pencegahan terjadinya pengaturan skor dan praktik suap dalam pertandingan. "Sehingga, para mafia bola ke depannya tidak akan berani lagi melakukan match fixing," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com