Menpora Yakin Timnas U-23 Bisa Kalahkan Vietnam

Menpora Yakin Timnas U-23 Bisa Kalahkan Vietnam
Aksi striker Timnas Indonesia U-23 Marinus Manewar menggiring bola dibayangi pesepak bola tim nasional Thailand U-23 Thawornsak Kannarin (kiri). ( Foto: Antara )
/ JAS Sabtu, 23 Maret 2019 | 15:09 WIB

Indramayu, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi optimistis timnas Indonesia U-23 bisa mengalahkan Vietnam pada pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Asia, meskipun pada pertandingan pembuka ditaklukkan oleh Thailand.

"Saya sangat optimis sekali untuk pertandingan kedua melawan Vietnam," kata Menpora Imam Nahrawi di Indramayu, Sabtu (23/3/2019), setelah membuka Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) tingkat Provinsi Jawa Barat, di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Kaplongan.

Imam mengatakan dengan kekalahan Timnas U-23 dari Thailand, pasti untuk pertandingan kedua pelatih Indra Sjafri akan melakukan evaluasi besar-besaran.

Sehingga dia mengaku optimistis Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan bisa merebut poin penuh ketika bertanding melawan Vietnam pada Minggu (24/3/2019).

"Pasti Indra Sjafri melakukan evaluasi besar-besaran, bagaimana melihat peluang dan sekaligus pemain mana yang perlu ditempel ketat untuk memperbaiki peringkat di grup," tuturnya.

Imam menambahkan kekalahan Timnas U-23 dari Thailand juga diakibatkan adanya masalah tidak bolehnya Ezra Walian memperkuat anak asuh Indra Sjafri, apalagi masalah itu datang di detik terakhir.

"Masalah Ezra pasti membawa beban sikologis bagi tim, apalagi penentuannya di detik-detik akhir sebelum bertanding," ujarnya.

Selain itu Imam juga tidak menampik bahwa Timnas Indonesia U-23 kurang percaya diri ketika melawan Thailand, karena masih menganggap mereka di atas Indonesia.

"Ketika melihat Thailand itu seakan-akan ini kan tim yang setingkat di atas kasta kita kepercayaan diri itu harus dibangun," lanjutnya.

Tidak hanya itu Imam juga menuturkan bahwa ada beberapa pemain yang baru masuk dan itu juga membutuhkan penyesuaian kembali.

"Faktor lainnya memang karena ada beberapa pemain yang masuk sehingga coach Indra Sajri harus melakukan penyesuaian, sebab di U-22 tidak semuanya berangkat dan banyak pemain baru," kata Imam.



Sumber: ANTARA