Kasus Piala Soeratin 2009, Satgas Antimafia Bola Diminta Tidak Tebang Pilih

Kasus Piala Soeratin 2009, Satgas Antimafia Bola Diminta Tidak Tebang Pilih
Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (kedua kanan) meninggalkan gedung KPK usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, 11 Oktober 2017. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Kamis, 4 April 2019 | 17:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Setelah ditahannya Joko Driyono, Satgas Antimafia Bola masih terus mengembangkan kasus pengaturan skor yang terjadi di sepakbola Indonesia. Saat ini publik masih menanti gebrakan berikutnya dari Satgas Antimafia bola terkait tindaklanjut atas pelaporan dugaan terkait pengaturan skor dari mantan Manajer Tim Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fattah yang diduga melibatkan Iwan Budianto (IB), kini Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Namun sayangnya, Imron yang dulu menggebu-gebu saat melapor ke Satgas Antimafia Bola di Jakarta, Selasa (9/1/2019), belakangan seakan "hilang".  Imron seakan tidak peduli lagi dengan laporan yang pernah dibuatnya. Terkait hal ini, pengamat sepakbola Kesit Budi Handoyo mendesak Satgas Antimafia Bola untuk memeriksa Iwan Budianto.

"Satgas jangan tebang pilih," kata Kesit B Handoyo ketika dihubungi, Kamis (4/4/2019).

Bila orang-orang seperti IB dan Haruna Soemitro masih bercokol di PSSI, kata Kesit, jangan harap PSSI akan bersih dan sepak bola nasional akan berprestasi. "Sebab itu, Satgas jangan masuk angin," pintanya.

Sebelumnya Mantan Manajer Tim Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fattah mempersoalkan persiapan Piala Soeratin 2009. Saat itu Imron mengucurkan dana Rp 140 juta sebagai setoran untuk menjadi tuan rumah fase delapan besar pada November 2009. Imron pun merasa tertipu. "Waktu delapan besar saya mau dibatalkan (sebagai tuan rumah), mau 'dibuang' (dipindah) ke Persib," kata Imron di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Satgas Anti Mafia Bola mengaku sudah mengantongi bukti transfer ke IB. Modus IB adalah menjanjikan status tuan rumah gelaran Piala Soeratin.

Polisi menyatakan IB bisa menjadi tersangka dalam kasus ini. Namun, polisi masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut. Polri menegaskan kasus ini sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan. Dalam waktu dekat IB akan dipanggil untuk diperiksa. Saat itu IB juga menyatakan siap diperiksa.

Selain IB, kasus ini juga menyeret Manajer Madura United (MU) Haruna Soemitro (HS) yang waktu itu menjabat Ketua Pengda PSSI Jawa Timur. Setoran uang dari Imron prosesnya diduga melewati HS.



Sumber: BeritaSatu.com