Cegah Kerusuhan, Bonek Ingin Final Ditempat Netral

Cegah Kerusuhan, Bonek Ingin Final Ditempat Netral
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman (tengah), memberikan instruksi dalam latihan menjelang semifinal kedua Piala Presiden 2019 melawan MAdura United, Jumat, 5 April 2019. ( Foto: PSSI )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Minggu, 7 April 2019 | 18:34 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Rasa khawatir mulai ditunjukkan suporter ketika partai final Piala Presiden 2019 mempertemukan dua tim dengan rivalitas sengit, Persebaya Surabaya melawan Arema FC.

Takut bakal adanya kerusuhan bila hasil pertandingan tidak sesuai keinginan kelompok suporter, dedengkot Bonek, Agus Bimbim Tessy berharap venue puncak turnamen ini digelar di tempat netral.

Saat ini, final Piala Presiden 2019 dijadwalkan menggunakan format home and away. Artinya masing-masing tim akan menggelar pertandingan di Surabaya dan Malang. Final pertama berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 9 April mendatang. Tiga hari kemudian, giliran Arema menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

"Kami inginnya cari tempat yang netral. Sebab yang ditakutkan bila home and away, pas pertandingan terakhir akan rusuh," ujar Agus Bimbim.

Dia menyebutkan, bila Persebaya yang juara dan gelar juara tersebut didapatkan di kandang Arema, diprediksinya akan rusuh. Begitu juga sebaliknya, bila Arema menjadi juara.

"Menurut saya, home and away itu takutnya rusuh. Saya punya pikiran, kalau lolos ke final dan Persebaya main di Arema, lalu menjadi juara, pasti rusuh. Sedangkan kalau Arema yang jadi juara, dan mainnya di Bung Tomo, akan rusuh. Makanya saya minta tolong cari tempat netral untuk pertandingan final Arema vs Persebaya," ulasnya.

"Nggak tahu di mana tempat untuk final, tapi penyelenggara Piala Presiden harus siap. Sebab, mereka seharusnya juga sudah mengantisipasi, bila Arema, Persebaya, Persija atau Persib yang lolos ke final," sambungnya.

Agus Bimbim menegaskan bila tidak siap, lebih baik tidak menyelenggarakan turnamen tersebut. Apalagi untuk laga berisiko bentrok atau rusuh.



Sumber: BeritaSatu.com