Final Piala Presiden

Pejabat se-Malang Raya Instruksikan ASN Pakai Atribut Arema

Pejabat se-Malang Raya Instruksikan ASN Pakai Atribut Arema
Pesepak bola Arema FC Makan Konate (kanan) berusaha mempertahankan bola dari hadangan pesepak bola Kalteng Putra, Yohanes Ferdinand Pahabol (kiri) dalam pertandingan Semifinal Piala Presiden Leg Pertama di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (2/4/2019). Arema mengalahkan Kalteng Putra dengan skor akhir 3-0. ( Foto: ANTARA FOTO / Ari Bowo Sucipto )
Aries Sudiono / CAH Jumat, 12 April 2019 | 06:47 WIB

Malang, Beritasatu.com - Arema FC akan melakoni leg kedua final Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan, Jumat (12/4/2019). Untuk memberikan dukungan, tiga kepala daerah se-Malang Raya, yang meliputi Wali Kota Malang Sutiaji, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Plt. Bupati Malang Sanusi menginstruksikan kepada semua aparatur sipil negara (ASN) termasuk guru-guru mengganti baju batiknya dengan pakaian atribut Arema berwarna biru pada hari ini.

Suasana biru itu menurut CEO (Chief Executive Officer) Arema FC Agoes Soerjanto menyatakan haru dan bangga karena keluarga besar Malang Raya kompak bersatu memberikan dukungan moral buat tim yang akan bermain di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Kalau kita saat laga final leg 1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya mampu menahan imbang skor 2-2, maka dengan dukungan penuh masyarakat Malang Raya yang hari ini mengenakan atribut Aremania-Aremanita, insya Allah, Singo Edan meraih kemenangan,” ujar Agoes Soerjanto. 

Sementara itu untuk pengamanan laga final di Malang, Polda Jatim tidak ingin kecolongan. Sebanyak 4.260 personel gabungan akan dikerahkan mengamankan jalannya pertandingan di stadion berkapasitas maksimal 50.000 penonton itu. 

“Dibanding laga pertama di GBT Surabaya, Selasa (9/4) lalu, jumlah pengamanan ini jauh lebih banyak. Ini karena laga penentuan juara kali itu terkait pula dengan rencana kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menonton dan sekaligus menyerahkan sendiri Piala Presiden 2019. Ya, total bisa 5.000-an personel. Massa Aremania-Aremanita ini kan tiga kota-kabupaten,” tandas Kapolda Jatim Irjen Pol DR Luki Hermawan kepada wartawan, Kamis tadi malam usai meninjau kesiapan petugas di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Mengantisipasi gesekan antarsuporter, pihaknya mengimbau kepada suporter Bonek untuk menjaga diri dengan tidak memaksa datang ke Malang karena justru akan memicu terjadinya gesekan yang tidak perlu.

“Pada laga final leg 1 baru lalu Aremania-Aremanita sudah menunjukkan konsistensinya dengan bagus, tidak bergerak ke Surabaya. Kami tentu ucapkan terima kasih. Lha kali ini ganti kami berharap Bonekmania juga menaati kesepakatan yang sudah disampaikan tokoh suporternya yang mereka percaya untuk melakukan hal yang sama,” tandas Luki Hermawan yang pernah bertugas di Polres Malang Kota itu.

Sebagaimana diberitakan, tiga hari sebelum laga final leg 1 digelar di GBT Surabaya, tokoh Aremania dan Bonekmania telah menandatangani kesepakatan di depan Kapolda dan Pangdam V Brawijaya di Surabaya untuk tidak saling bertandang saat Arema dan Persebaya bertemu. Bonek tidak datang saat Persebaya tandang ke Arema. Sebaliknya, Aremania juga tidak datang saat Arema FC tandang ke kandang Persebaya.



Sumber: Suara Pembaruan