Satgas Antimafia Bola Diminta Tancap Gas Tuntaskan Kasus

Satgas Antimafia Bola Diminta Tancap Gas Tuntaskan Kasus
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Iwan Budianto ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Selasa, 7 Mei 2019 | 15:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro mendesak Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri segera melanjutkan langkahnya mengusut tuntas skandal persepakbolaan nasional. Setelah sejumlah nama sudah dijadikan tersangka, termasuk terakhir mantan Plt PSSI Joko Driyono, Satgas Antimafia Bola diminta untuk segera memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Iwan Budianto.

“Kemarin kita maklumi bila Satgas ngerem karena ada pemilu. Kini, Satgas harus gas pol memeriksa pihak-pihak yang diduga telibat match fixing, siapa pun dia, termasuk IB,” ujar Indro saat dihubungi, Selasa (7/5/2019).

Kasus dugaan suap yang menyeret Iwan Budianto ini bermula dari laporan mantan Manajer Tim Perseba Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pada delapan besar Piala Soeratin 2009, awal Januari lalu. Saat itu Imron mengucurkan dana Rp 140 juta sebagai setoran untuk menjadi tuan rumah fase delapan besar. Satgas menemukan dugaan aliran dana kepada Iwan Budianto dan jajarannya ketika masih menjabat Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) 2009.

Satgas menyatakan Iwan Budianto bisa menjadi tersangka kasus ini. Namun polisi masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini sudah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Dalam waktu dekat Iwan Budianto akan dipanggil kepolisian. 

Kasus ini juga menyeret manajer Madura United, Haruna Soemitro, yang waktu itu menjabat Ketua Pengda PSSI Jawa Timur. Setoran uang dari Imron diduga prosesnya melewati Haruna.

Selain Iwan Budianto, Indro juga menyoroti Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria yang pernah beberapa kali diperiksa Satgas Antimafia Bola sebagai saksi perkara match fixing atau skandal pengaturan skor pertandingan.

“Kalau keterangan Sekjen PSSI masih diperlukan, ya harus diperiksa juga. Satgas tidak boleh pandang bulu,” tegas Indro.

Sedangkan Ratu Tisha telah beberapa kali diperiksa Satgas, terakhir Jumat (29/3/2019). Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, pemeriksaan kepada Tisha sama seperti sebelumnya, hanya sebagai saksi untuk empat tersangka match fixing.

Menurut Indro, ketika dua tersangka match fixing, yakni mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri dan Anik Yuni Kartika Sari alias Atik sudah disidangkan perdana dalam waktu yang sama, Senin (6/5/2019), di tempat berbeda, yakni Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dan PN Banjarnegara, Jawa Tengah, sudah saatnya Satgas Antimafia Bola Polri kembali menginjak tuas gas untuk menetapkan pihak-pihak lain sebagai tersangka, termasuk IB dan Ratu Tisha.

“Pokoknya jangan pandang bulu. Siapa pun terlibat, harus ditangkap,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com