Satgas Antimafia Bola Diminta Tuntaskan Kasus Laga PS Ngada Lawan Perse Ende

Satgas Antimafia Bola Diminta Tuntaskan Kasus Laga PS Ngada Lawan Perse Ende
PSN Ngada ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Senin, 13 Mei 2019 | 14:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri diminta mendalami dugaan pengaturan skor pertandingan final antara PSN Ngada dan Perse Ende, di Lapangan Marilonga, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), 9 Agustus 2017 lalu. Manajer PSN Ngada Bernard Ferdinad Burah meminta kepada Satgas Antimafia Bola untuk mengusut tuntas kasus ini dengan memeriksa semua pihak, termasuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria 

“Satgas agar turun tangan mendalami semua yang diduga terlibat, termasuk Sekjen PSSI,” ungkap Manajer PSN Ngada Bernard Ferdinad Burah di Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Pertandingan final Liga 3 Putaran Provinsi yang mempertemukan PSN Ngada versus Perse Ende, kata Ferdinand, berakhir dengan skor 0-1. Namun, ia menuding pertandingan itu sengaja dihentikan wasit pada menit ke-59 karena terjadi kericuhan. “Kami menduga kericuhan itu sudah dikondisikan sebelumnya, sehingga pada menit ke-59 pertandingan dihentikan saat posisi PSN Ngada tertinggal 0-1,” jelasnya.

Bernard Ferdinand mengungkapkan dirinya sebenarnya sudah melaporkan kasua ini ke PSSI seminggu setelah pertandingan tersebut. Ketika itu dia diterima Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria. PSN Ngada pun mengajukan dua tuntutan. Pertama, dilakukan pertandingan ulang. Kedua, Perse Ende didiskualifikasi karena diduga memalsukan umur tiga pemainnya.

“Dalam pertemuan itu Sekjen PSSI berjanji untuk menyelesaikan kasus ini dalam waktu seminggu. Setelah ditunggu, janji itu tinggal janji. Saat dihubungi untuk ditagih janjinya, baik Sekjen PSSI maupun stafnya tak pernah merespons,” papar Bernard Ferdinand.

Usut punya usut, lanjut Bernard Ferdinand, ternyata beberapa menit setelah pihaknya diterima Ratu Tisha, pihak pengurus Perse Ende yang notabene anggota DPRD Kabupaten Ngada menemui Sekjen PSSI itu. “Nah, dari situ kami menduga Sekjen PSSI ‘masuk angin’. Memang suap itu ibarat kentut, tercium baunya tapi sulit pembuktiannya. Sebab itu, kami minta Satgas mendalami kasus ini,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, pelatih PSN Ngada Kletus Marselinus Gabhe mengaku memiliki bukti rekaman percakapan telepon dengan salah satu pemain Perse Ende yang menyatakan ada manipulasi data pemain. “Bukti rekaman percakapan itu sudah kami serahkan ke Satgas,” ujarnya.

Kletus yang mengaku ikut dalam pertemuan pengurus PSN Ngada dengan Sekjen PSSI itu menduga bukan hanya pertandingan final PSN Ngada versus Perse Ende yang sudah didesain, bahkan turnamen itu sendiri sudah didesain sedemikian rupa agar tim tuan rumah menjadi juara.

“Saya punya semua bukti-buktinya,” tegasnya sambil mengaku siap bersaksi bila dipanggil Satgas Antimafia Bola.



Sumber: BeritaSatu.com