KLB PSSI Diundur, PSTI Curigai Adanya Agenda Terselubung

KLB PSSI Diundur, PSTI Curigai Adanya Agenda Terselubung
Ilustrasi PSSI. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Selasa, 11 Juni 2019 | 19:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro menyayangkan pengunduran jadwal Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI dari 13 Juli 2019 menjadi akhir Juli atau awal Agustus 2019. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha mengirim surat bernomor 1872/AGB/359/VI-2019 tertanggal 10 Juni 2019 perihal “Penetapan Tanggal Kongres Luar Biasa PSSI”. Intinya, surat yang ditujukan kepada para anggota PSSI itu menyatakan KLB dengan agenda revisi Statuta PSSI dan Kode Pemilihan PSSI, serta Penetapan KP dan KBP digelar pada akhir Juli 2019 atau awal Agustus 2019. 

Ratu Tisha berdalih, saat ini revisi Statuta PSSI dan Kode Pemilihan PSSI masih dalam proses finalisasi. Penundaan tersebut, menurut Ratu Tisha, didasarkan atas permintaan FIFA melalui surat bernomor SG/nak/Ini tertanggal 8 Juni 2019 perihal “PSSI Statutes Revision” yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA Fatma Samoura, dan diterima PSSI pada 10 Juni 2019.

Indro mencurigai adanya agenda terselubung dibalik pengunduran jadwal ini. 

“Saya rasa ini hanya akal-akalan PSSI saja untuk konsolidasi internal karena banyak masalah yang menimpa pengurus, dan juga untuk memasukkan agenda terselubung serta orang-orang yang bisa mereka kendalikan ke dalam KP dan KBP. Publik tahu, sedikitnya 17 orang pengurus PSSI telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola Polri,” ujarnya di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Konsolidasi, kata Indro, dilakukan PSSI untuk melindungi oknum-oknumnya yang tidak bersih. Indro menduga ada pihak-pihak yang diduga sedang bernegosiasi agar mereka tetap bisa “menguasai” PSSI. “Kalau KLB-nya sekarang, maka itu akan menjadi ‘neraka’ bagi mereka,” tukasnya.

Seharusnya, kata Indro, revisi Statuta PSSI dan Kode Pemilihan PSSI justru untuk memasukkan aturan yang melarang orang-orang bermasalah untuk kembali berkiprah di PSSI. Sebab itu, ia meminta semua pihak mengawasi upaya-upaya terselubung PSSI tersebut. “Kita harus kawal dan awasi langkah-langkah terselubung PSSI,” jelasnya.

Di sisi lain, Indro juga mendesak Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) menuntaskan pemberantasan match fixing atau skandal pengaturan skor pertandingan di tubuh PSSI. “Melalui Satgas, segera tetapkan para potential suspect menjadi tersangka sebelum KLB,” paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com