Persija Lawan Persib, Bobotoh Dilarang ke GBK

Persija Lawan Persib, Bobotoh Dilarang ke GBK
CEO Persija, Ferry Paulus (tengah) bersama Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief (kedua kanan) dan manajemen serta panpel menjelaskan terkait laga Persija vs Persib, Senin, 8/7/2019. Partai ini akan digelar Rabu, 10 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Selasa, 9 Juli 2019 | 07:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Klub Persija Jakarta siap menjamu Persib Bandung pada lanjutan pekan ketujuh Liga 1 2019, besok Rabu (10/7/2019) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta mendatang.

CEO Persija, Ferry Paulus, mengatakan laga Persija melawan Persib di SUGBK ini menjadi spesial sebab terakhir keduanya bertemu di SUGBK pada tahun 2014 atau lima tahun yang lalu dengan skor 0-0.

Surat izin dari pihak kepolisian sudah diterima oleh manajemen Macan Kemayoran dengan sejumlah syarat ketat. Hasilnya pendukung tim tamu yang biasa disebut Bobotoh/Viking itu dilarang datang ke stadion sesuai permintaan kepolisian.

"Larangan itu sendiri juga sudah diterbitkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada beberapa waktu lalu. Pihak Persib Bandung juga sudah menyanggupi hal itu (Bobotoh dilarang ke SUGBK). Kemarin kami juga sudah berkoordinasi dengan Pak Umuh Muchtar (Manajer Persib) dan Budi Bram (Panpel Persib). Itu kan sudah komitmen terakhir pada kejadian peristiwa tahun lalu di Bandung (meninggalnya Haringga Sirila)," ujar Ferry Paulus di Kantor Persija Jakarta, Senin (8/7/2019).

Diakui pihak kepolisian juga meminta dan memberikan catatan terkait Bobotoh atau Viking yang dilarang datang ke stadion.

“Pagi tadi kita sudah lakukan koordinasi dengan kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Bidang Operasional. Syukur akhirnya izin sudah diterbitkan dan kita bisa menggelar Persija vs Persib di SGBK sesuai jadwal,” lanjut Ferry.

Ferry pun memastikan syarat tersebut sudah disepakati oleh kedua belah pihak, termasuk tim tamu. Oleh karena itu, dia berharap seluruh pihak bisa menjaga keamanan agar pertandingan bisa berjalan dengan kondusif.

“Kami harus menjaga apa yang disyaratkan oleh pihak kepolisian. Mulai dari keberadaan Persib hari ini. Mereka sudah di Jakarta hari ini, sedang bersantai mungkin. Tapi kami punya keyakinan Persib tidak santai akan menghadapi Persija. Yang penting izin sudah diberikan, sudah sesuai dan kita siap gelar pertandingan nanti. Mudah-mudahan sinergi Panpel (panitia pelaksana) menjaga pertandingan dengan baik,” papar Ferry.

Menurutnya kemenangan atas Persib Bandung nanti sangatlah penting karena target utamanya adalah meraih kembali gelar juara.

"Bagi kami semua pertandingan tentunya penting karena tujuan kita adalah juara. Tapi memang karena ini merupakan pertandingan big match dan pertandingan derby atau rivalitas yang tidak pernah putus ya harus menang," tegas Ferry.

Selain itu pihak keamanan akan menyediakan setidaknya 12.400 personel keamanan untuk menjaga pertandingan Persija vs Persib, Rabu nanti. Jumlah tersebut merupakan dua kali dari pertandingan-pertandingan biasanya. Macan Kemayoran juga dipastikan akan menyediakan kendaraan rantis untuk mengamankan para pemain tim tamu.

Tidak hanya itu, Ferry memastikan juga panitia pelaksana (Panpel) Persija akan menerapkan keamanan yang jauh lebih ketat. Para penonton sudah harus menggunakan gelang tiket saat memasuki ring empat atau jalan di sekitar SUGBK.

“Ini dilakukan karena faktor rivalitas antara suporter kedua tim. Sistem ini dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” sambung Ferry.

Kepastian SUGBK menjadi tempat pertandingan melawan Persib tentu disyukuri oleh Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief. Pria yang akra disapa Bung Ferry mengatakan kepastian tersebut sangat sesuai dengan yang diharapkan The Jakmania.

“Saya mengimbau kepada seluruh The Jakmania untuk menghindari kerusuhan. Jangan menghiraukan akun-akun aneh di sosial media,” ujar Ferry.

“Semoga tidak ada kata rasis. Semoga Persija bisa mempertahankan rekor tidak terkalahkan di kandang,” harap Ferry.



Sumber: Suara Pembaruan