Liverpool Juara, Kiper Adrian Menuai Pujian

Liverpool Juara, Kiper Adrian Menuai Pujian
Aksi kiper Liverpool Adrian melakukan penyelamatan ketika menghadapi Chelsea di Piala Super Eropa di Vodafone Park, Istanbul, Kamis, 15 Agustus 2019. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Kamis, 15 Agustus 2019 | 07:21 WIB

Istanbul, Beritasatu.com - Liverpool sukses menjuarai Piala Super Eropa usai mengalahkan Chelsea dalam adu penalti. Selain Sadio Mane yang mencetak dua gol di laga ini, kiper Adrian juga mendapat sorotan dan banyak pujian. Dia mampu tampil apik di bawah mistar gawang dan puncaknya adalah menggagalkan tendangan penalti Tammy Abraham.

Penampilan Adrian mendapat pujian terutama dari Pelatih Jurgen Klopp dan rekan setim. Pujian terhadap Adrian cukup beralasan mengingat dia baru didatangkan Liverpool dua pekan lalu dengan status bebas transfer dari West Ham.

"Cerita yang luar biasa. Dia (Adrian) tetap gelisah," kata Klopp ketika dia memuji Adrian.

"Dia berteriak di ruang ganti. Saya tidak berpikir dia telah memenangkan banyak dalam hidupnya jadi itu baik baginya untuk memenangkannya. Dia membuat beberapa penyelamatan yang tidak bisa dipercaya,  jadi saya benar-benar bahagia untuknya," lanjut Klopp.

"Itu adalah malam ketika kami hanya harus menemukan cara untuk menang. Tidak seorang pun di stadion yang menginginkan perpanjangan waktu, itu adalah pembunuh. Saya tidak yakin tentang penalti tetapi siapa yang peduli sekarang."

Pujian terhadap penampilan Adrian juga dilontarkan bek Virgil van Dijk. Pemain asal Belanda itu mengungkapkan kalau dirinya sempat berbicara dengan Adrian menjelang adu penalti.

"Saya memberi tahu Adrian sebelum penalti bahwa dia bisa menjadi pahlawan malam ini dan dia melakukannya sehingga saya senang untuknya dan untuk klub," kata Van Dijk.

"Itu adalah pertandingan yang bagus untuk menonton pertandingan yang netral, tetapi itu sulit bagi kedua belah pihak. Mereka bermain dengan baik dan kami memiliki momen-momen sepakbola yang bagus, terutama di awal babak kedua.

"Kami menempatkan mereka di bawah tekanan dan menciptakan peluang. Kami memainkan garis yang lebih tinggi dan memenangkan bola kedua. Pada awal (pertandingan), celahnya terlalu besar.

"Saya katakan sebelum pertandingan bahwa apa pun bisa terjadi di final dan pada akhirnya hukuman menentukan pertandingan."



Sumber: Independent