KPSN Tetap Lanjutkan Ekspedisi ke Papua

KPSN Tetap Lanjutkan Ekspedisi ke Papua
Ketua KPSN, Suhendra Hadikuntono. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 21 Agustus 2019 | 19:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Situasi Papua yang dikabarkan tengah "panas" tak menyurutkan tekad  Komite Perubahan SepakBola Nasional (KPSN) untuk melanjutkan ekspedisi ke Bumi Cenderawasih. Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono menyatakan akan segera mengunjungi Papua itu untuk membagi-bagikan bola kepada warga di sana yang memang dikenal sebagai pecinta fanatik sepakbola.

“Kita akan lanjutkan 'Ekspedisi KPSN Papua 2019’ dalam waktu dekat. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang,” ungkap Suhendra di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Hal tersebut, kata Suhendra, juga untuk membuktikan kepada dunia luar bahwa situasi di Papua dan Papua Barat sudah terkendali. “Ini penting untuk membuktikan kepada dunia bahwa Papua dan Papua Barat tetap aman dan terkendali dalam bingkai NKRI,” tegasnya.

Ekspedisi ini juga untuk memenuhi undangan Rocky Bebena dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua.

Sebelumnya, KPSN menggelar “Ekspedisi KPSN Aceh 2019” dan “Ekspedisi KPSN Borneo 2019”. Setelah Aceh dan Kalimantan, ekspedisi berlanjut ke Papua.

Ya, di tengah situasi Papua dan Papua Barat yang sempat bergejolak, KPSN tetap hendak berekspedisi ke pulau di ujung timur Indonesia itu untuk meredam situasi. “Orang Papua itu sangat cinta sepak bola, dan sepak bola itu alat pemersatu bangsa,” ujar Suhendra.

Sebagai pecinta sepakbola, jelas Suhendra, masyarakat Papua terbukti telah melahirkan banyak pemain sepak bola nasional ternama, atau sering disebut “mutiara hitam”, antara lain Johannes Auri, Metu Duamuri, Robby Binur dan Boaz Solossa.

“Jangan salah, Papua itu gudangnya pemain sepak bola berbakat yang mampu memperkuat Timnas. Bahkan Papua layak disebut sebagai Brasil-nya Indonesia. Dengan bangga memiliki banyak pemain di Timnas, mereka pun akan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia,” cetus Suhendra yang juga pendiri Hadiekuntono’s Institute (Research-Intelligence-Spiritual).

Di mana pun di dunia ini, lanjut Suhendra, ketika konflik politik bahkan konflik bersenjata terjadi, sepak bola tetap terus berjalan. “Itu membuktikan bahwa sepak bola itu netral, bahkan bisa menjadi alat perekat persatuan dan kesatuan bangsa,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com