Hariono Dilarang Tampil, Robert Alberts Protes

Hariono Dilarang Tampil, Robert Alberts Protes
Gelandang Persib Hariono (kanan) berusaha mengecoh gelandang Persija Riko Simanjuntak dalam laga di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu, 10 Juli 2019. ( Foto: Persib.co.id )
/ JAS Kamis, 22 Agustus 2019 | 14:19 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Pelatih Persib Robert Alberts menyatakan keberatan atas surat keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang memberikan hukuman larangan tampil untuk Hariono di pertandingan melawan Badak Lampung FC pada Minggu (25/8/2019).

Dalam surat bernomor 073/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2019 itu, Hariono mendapat sanksi tak boleh tampil dalam satu pertandingan karena dianggap melakukan aksi tak sportif pada laga kontra Borneo FC, 14 Agustus 2019 lalu. Ia mengangkat kaki terlalu tinggi saat berebut bola dengan Matias Ruben Conti di area kotak penalti Persib.

Akan tetapi Robert berpendapat lain. Pelatih asal Belanda itu tak melihat adanya aksi berlebihan yang dilakukan oleh Hariono. Sebab wasit telah memberikan kartu kepadanya dan menunjuk titik putih sebagai hukuman atas kejadian itu.

“Di situ tidak ada permainan yang kotor atau pun kasar. Dia menghampiri bola di atas, seperti yang kalian lihat di video, dan pemain lawan mendatangi dia. Di situ tidak ada insiden lain, tidak ada tendangan yang kasar bahkan tidak ada tendangan susulan. Wasit pun melakukan hal yang benar, memberi hadiah penalti dan kami tidak protes dengan keputusan itu,” ungkap Robert, Rabu 21 Agustus 2019 petang.

“Tapi surat ini membuat semua orang bingung karena yang terjadi sekarang adalah ketika kami sudah mendapatkan hukuman di lapangan bisa langsung mendapat hukuman larangan bermain, di mana wasit telah membuat keputusan yang benar, yaitu memberikan kartu dan menghukumnya dengan penalti,” tambahnya.

Lebih lanjut, Robert kembali menegaskan bahwa insiden duel antara Hariono dan Conti ialah bagian dari pertandingan dan sudah selesai di lapangan.

“Apabila wasit mengabaikan semuanya di lapangan, seperti tendangan kasar dari belakang atau sikutan di wajah kami semua setuju. Karena hal tersebut bukan bagian dari pertandingan dan harus ada hukumuan setelah pertandingan,” tandasnya.



Sumber: Persib