M'Private Jawara IJL U-13 Musim 2018/2019

M'Private Jawara IJL U-13 Musim 2018/2019
Tim M'Private Soccer School menjuarai Indonesia Junior League (IJL) U-13 musim 2018/2019. ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / JAS Minggu, 25 Agustus 2019 | 11:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim M'Private Soccer School sukses menjuarai Indonesia Junior League (IJL) U-13 musim 2018/2019 usai di partai final mengalahkan Garec's lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu.

Bermain di Lapangan Nirwana Park Sawangan, National Youth Centre PSSI, M'Private berhasil unggul terlebih di babak pertama. Gol ke gawang Garec's terjadi lewat sepakan Ahmad Riza memanfaatkan umpan matang Bagas Prayoga di menit ke-13.

Memasuki interval kedua, Garec's menyamakan kedudukan lewat Daffa Ardias di menit ke-29. Kemelut di depan mulut gawang M'Private dikonversikan menjadi sebuah gol manis.Skor imbang 1-1 membuat laga harus diakhiri dengan adu penalti.

Pada babak adu penalti, kiper M'Private Soccer School, Bima Aidil tampil fenomenal. Tiga tendangan penalti dari Garec's ia patahkan. Pertarungan berakhir dengan skor 3-2 untuk keunggulan M'Private.

Pelatih M'Private, Mulyadi mengaku salut dengan perjuangan anak-anak asuhnya. Menurutnya tidak mudah membungkam Garec's yang bermain habis-habisan dan militan sepanjang 2x25 menit jalannya waktu normal ditambah 2x10 menit perpanjangan waktu.

"Trofi ini saya persembahkan untuk Rizki Fadillah, anak didik kami yang wafat satu hari jelang laga final digelar karena menderita demam berdarah. Tidak mudah membakar optimisme anak-anak di tengah suasana duka. Saya benar-benar terharu, anak-anak bermain luar biasa, laga kontra Garec's memang pantas disebut partai final sesungguhnya," ujar Mulyadi di Jakarta, Minggu (25/8/2019) pagi.

Di perebutan tempat ketiga, Indonesia Rising Star menundukkan ASTAM dalam laga sarat gengsi bertajuk Derby Tangerang Selatan. Drama babak adu penalti mewarnai jalannya laga dengan skor akhir 5-4.

Musim 2018/2019 adalah IJL U-13 edisi pertama yang langsung diikuti oleh 28 tim dari penjuru Jabodetabek sampai Cilegon. 28 kontestan tersebut kemudian dibagi menjadi dua grup (Phenomenon dan Sensation) dengan sistem setengah kompetisi hingga mengerucut sampai ke babak fase knock-out 16 Besar, perempatfinal, semifinal, sampai grand-final. Total sekitar 500 lebih pemain ikut ambil bagian sejak peluit kick-off pekan pertama dibunyikan 14 Oktober 2018 lalu.

Grand-final IJL U-13 juga ditutup lewat laga perang bintang antar 44 pemain terpilih yang mewakili SSB-nya masing-masing. Hasilnya, kedudukan imbang 2-2 mewarnai papan skor. Gol All Stars Phenomenon dicetak oleh Alief Apikri (dua gol) sedangkan All Stars Sensation lewat Alfin Alfareza dan Arjuna Satrio.

CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis mengungkapkan gelaran ini adalah wadah kompetisi berjenjang yang akan terus berkomitmen membantu perkembangan sepak bola usia dini Indonesia. Selain U-13, IJL sudah terlebih dahulu menggelar U-9 dan U-11 dalam rentang kurun waktu empat tahun terakhir.

"Musim depan di IJL U-13 rencananya kami menyediakan kuota 32 tiket, bahkan tim-tim besar dari Bandung sudah ada komunikasi intens untuk ikut turun berlaga. Saya perhatikan beberapa kesebelasan juga sudah mulai menggenjot persiapan mereka menyambut roda kompetisi musim depan. Tentunya kita semua berharap persaingan semakin megah," ujar Rezza.

"Saya ucapkan terima kasih juga untuk rekan-rekan SSB IJL U-13 musim ini. Kami selalu menyebut mereka mitra strategis bukan hanya sekadar peserta atau kontingen. Sebagai operator liga, kami juga sering bertukar pikiran dan berdiskusi, tujuannya satu yaitu agar sepak bola Indonesia bisa terus berkembang dan suara akar rumput memang harus didengarkan," jelas Rezza.

Selanjutnya, tim anggota komite pemain akan membentuk squad IJL Elite yang terdiri dari 16 anak-anak terpilih untuk mengikuti ajang turnamen internasional regional Asia Tenggara guna mewakili nama Indonesia. Pemusatan latihan tim akan segera digelar mulai pertengahan September nanti.

"Tradisi kami memang tiap musimnya membentuk tim yang diberi julukan IJL Elite. Semoga nantinya anak-anak terpilih ini bisa jadi satu rangkaian investasi jangka panjang untuk wajah masa depan Timnas Indonesia," tutup Rezza.

Distribusi Gelar IJL U-13
Juara: M'Private Soccer School
Runner-up: Garec's
Tempat Ketiga: Indonesia Rising Star
Pemain Terbaik: M Rafly Ikram Selang (Cipta Cendikia FA)
Kiper Terbaik: Bima Aidil (M'Private Soccer School)
Pencetak Gol Terbanyak: Reza Wahyu Hidayat (ASTAM-11 Gol)
Tim Fair-Play: ASTAM



Sumber: Suara Pembaruan