KPSN: PSSI Harus Dipimpin Orang Bersih dan Kuat

KPSN: PSSI Harus Dipimpin Orang Bersih dan Kuat
Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono didampingi istri dalam 'Ekspedisi Borneo KPSN 2019" sempat membagikan bola berlogo KPSN ke kesebelasan-kesebelasan lokal. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Kamis, 5 September 2019 | 18:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono menegaskan pihaknya sama sekali tidak memiliki kepentingan terhadap suksesi PSSI. KPSN dikatakan Suhendra hanya ingin menjaga agar norma dan etika suksesi di PSSI tetap berjalan dalam koridor kepatutan untuk mengembalikan maruah persepakbolaan nasional yang sempat dirusak kasus match fixing yang melihatkan mafia sepak bola.

Suhendra menegaskan, KPSN ingin memastikan figur yang akan memimpin PSSI empat tahun mendatang adalah yang bersih dan kuat.

"Dengan memiliki pemimpin yang bersih dan kuat sehingga PSSI mempunyai kemampuan menaikkan posisi tawar persepakbolaan Indonesia di kancah internasional, dalam hal ini FIFA. Perkembangan sepakbola dunia yang telah menjadi industri raksasa yang melibatkan banyak pihak, harus bisa dimanfaatkan pengurus PSSI untuk mendapatkan keuntungan ekonomi bagi Indonesia," ujar Suhendra.

"Kompetisi sepakbola negara mana yang tidak bisa dinikmati oleh pemirsa di Indonesia? Tapi. apa keuntungan ekonomi yang didapatkan pemerintah Indonesia?" tanyanya berapi-api.

Pengurus PSSI, lanjut Suhendra, harus berani duduk kembali dengan Presiden FIFA untuk melakukan negosiasi ulang tentang posisi tawar potensi Indonesia dalam perkembangan industri sepakbola di dunia. "Contoh kecil, dengan melihat potensi dan kontribusi populasi Indonesia dalam perkembangan industri sepakbola dunia. Seharusnya FIFA memberikan penghargaan dengan menempatkan Sekretariat AFC (Asian Football Confederation) di Indonesia, bukan di Malaysia yang kontribusinya hanya sepersepuluh dari Indonesia," terangnya.

Menurut Suhendra, semua sepakbola Indonesia akan bisa lebih dihargai jika PSSI dipimpin orang yang tepat. "Sampai kita menemukan sosok Ketua Umum PSSI yang mempunyai derajat berpikir tinggi dan bersih, serta mempunyai kemampuan dan niat baik untuk menaikkan posisi tawar Indonesia di kancah persepakbolaan internasional," katanya.

"Kalau petinggi PSSI masih terkontaminasi virus mafia sepakbola dan PSSI hanya digunakan sebagai ladang untuk mengeruk uang, kita akan terus dibonsai dan dipandang sebelah mata oleh FIFA. Ujungnya, prestasi sepakbola kita tidak akan pernah bisa seperti yang kita harapkan," tandas Suhendra

 



Sumber: BeritaSatu.com