Gusti Randa Bantah Rumor Penggantian McMenemy

Gusti Randa Bantah Rumor Penggantian McMenemy
Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) didampingi asisten pelatih timnas Yeyen Tumena (kiri) dan Joko Susilo (kanan) memberikan keterangan saat konferensi pers di kantor PSSI, FX Senayan, Senin (25/2/2019). Simon McManemy menunjuk Yeyen Tumena, Joko Susilo dan Alan Haviludin sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia. ( Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A )
/ YUD Kamis, 12 September 2019 | 19:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Gusti Randa menepis rumor yang menyebutkan bahwa PSSI akan mengganti pelatih timnas Simon McMenemy dengan Rahmad Darmawan.

"Masalah pelatih itu akan dibawa ke rapat Exco, baru diputuskan di sana secara kolektif kolegial," kata Gusti saat ditemui di Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Pada kesempatan sebelumnya salah satu anggota Exco, Yunus Nusi, menilai bahwa Simon harus didepak karena terbukti gagal membawa Indonesia meraih hasil positif saat melawan Malaysia dan Thailand dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022.

Menurut Gusti, ucapan tersebut hanya pendapat pribadi, tapi bukan pernyataan resmi Exco.

Mantan aktor tersebut menuturkan bahwa Exco masih belum menerima laporan resmi dari Simon serta Direktur Teknik. Sehingga ia masih belum bisa memberikan keputusan final tentang nasib sang pelatih.

Perihal kerinduan masyarakat Indonesia terhadap sosok Luis Milla, Gusti menuturkan bahwa hal itu belum akan terwujud dalam waktu dekat. Namun ia tidak menutup peluang bahwa suatu saat pelatih asal Spanyol tersebut akan kembali mengarsiteki Tim Garuda.

Saat ditanyai apakah kericuhan penonton yang terjadi saat Indonesia menjamu Malaysia akan mempengaruhi peluang Indonesia yang sedang bertarung untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-21 2021, Gusti menyatakan PSSI masih menunggu sidang Komite Disiplin FIFA.

Ia menambahkan bahwa negara-negara yang telah dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia tetap dipantau FIFA. Maka pertandingan Indonesia melawan Malaysia bukan menjadi tolok ukur yang paling utama.

Bahkan dalam pandangan Gusti, keberhasilan PSSI saat menyelenggarakan kongres luar biasa pemilihan pada November mendatang akan menjadi catatan positif, sebab semua proses dilakukan sesuai ketentuan FIFA.



Sumber: ANTARA